AS Tambah Bantuan USD 30 Juta ke RI untuk Tangani Pandemi Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 15:27 WIB
TALLADEGA, AL - MAY 05:  A giant American Flag waves above the track during the NASCAR Sprint Cup Series Aarons 499 at Talladega Superspeedway on May 5, 2013 in Talladega, Alabama.  (Photo by Tom Pennington/Getty Images)
Ilustrasi bendera AS (Foto: Tom Pennington/Getty Images)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) menambah bantuan senilai USD 30 juta untuk Indonesia dalam penanganan COVID-19. Bantuan berupa pasokan peralatan oksigen hingga obat-obatan.

Komitmen mengenai tambahan bantuan dari AS itu disampaikan Penasihat Keamanan Nasional AS (NSA), Jake Sullivan, saat bertemu Menlu RI Retno Marsudi, seperti dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021). Retno juga menegaskan kehadirannya di Washington, DC, sebagai bukti komitmen Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral RI-AS.

"Menlu Retno dan NSA Sullivan membahas kerja sama untuk mengatasi pandemi COVID-19. Pada pertemuan tersebut, NSA Sullivan menyampaikan komitmen tambahan dukungan kerja sama AS sebesar USD 30 juta berupa pasokan peralatan oksigen, alat kesehatan dan obat-obatan. Dengan dukungan tambahan ini, maka total dukungan kerja sama AS sejak awal pandemi sebesar USD 65 juta," demikian keterangan tertulis dari Kemlu.

Selain itu, AS telah memberikan dukungan kerja sama dose-sharing vaksin Moderna melalui Covax Facility yang berjumlah 8.000.160 dosis. Sebagaimana diketahui, tambahan vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta telah tiba di Jakarta pada Minggu (1/8) lalu.

Atas hal itu, Menlu Retno menyampaikan apresiasi kepada AS atas dukungannya kepada Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno juga membahas kerja sama jangka panjang Indonesia-AS di bidang kesehatan agar kapasitas nasional, regional, dan global lebih baik dalam menghadapi pandemi.

"Indonesia mengharapkan dukungan AS untuk dapat membangun kapasitas Indonesia dalam membuat vaksin teknologi terkini yang berbasis mRNA dan obat terupatik penyakit menular," ujar Retno.

Isu kawasan dan global yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut antara lain perkembangan di Myanmar, kerja sama di kawasan Indo-Pasifik, serta proses perdamaian di Afghanistan dan Lingkungan Hidup. Terkait perkembangan di Myanmar, Sullivan menyampaikan dukungan AS terhadap peran ASEAN, termasuk dalam upaya merestorasi demokrasi dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Myanmar dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Menlu Retno dan Sullivan juga menyadari pentingnya semua pihak dapat terus berkontribusi bagi upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia menyampaikan ASEAN terbuka melakukan kerja sama konkret bagi pelaksanaan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, dengan fokus pada 4 prioritas, yaitu kerja sama di bidang maritim, konektivitas, SDGs, dan perdagangan investasi.

Perihal isu Afghanistan, keduanya berkomitmen untuk terus mendorong proses perdamaian di Afghanistan yang diterima oleh seluruh pihak serta sesuai keinginan rakyat Afghanistan. Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia akan melanjutkan kerja sama dengan Afghanistan, terutama di bidang pemberdayaan perempuan.

(knv/haf)