Ayah Cerita Apriyani Main Badminton Sejak Usia 3 Tahun: Pakai Raket Kayu

Sitti Harlina - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 09:13 WIB
CHOFU, JAPAN - JULY 31: Greysia Polii(not in picture) and Apriyani Rahayu of Team Indonesia react as they compete against Lee Sohee and Shin Seungchan of Team South Korea during a Women’s Doubles Semi-final match on day eight of the Tokyo 2020 Olympic Games at Musashino Forest Sport Plaza on July 31, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
Apriyani Rahayu. (Getty Images/Lintao Zhang)
Konawe -

Ayah Apriyani Rahayu, Amirudin, mengungkap bakat anaknya bermain badminton sudah terlihat sejak usia 3 tahun. Saat itu di kampung halamannya di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Apriyani kecil sudah sering bermain badminton menggunakan raket kayu.

"Dibikinkan raket dari kayu, dia main sama mamanya dengan saudaranya," ujar Amiruddin kepada detikcom, Selasa (2/8/2021).

Melihat bakat putrinya yang sudah tumbuh sejak usia dini, Amiruddin lalu menebang sejumlah pohon di sekitar rumahnya untuk dijadikan lapangan badminton. Hal ini agar Apriyani Rahayu dapat terus mengembangkan bakatnya.

"Kan ada lapangan di samping rumah, saya tebang pohon kesayangan saya demi mereka," tandasnya.

Hingga akhirnya pada 2007, Apriyani Rahayu mulai bertanding ke tingkat nasional untuk mewakili Sultra. Saat itu usianya masih 9 tahun.

Dan pada 2011, Amirudin harus rela melepas anaknya untuk mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta.

Menurut Amirudin, Apriyani Rahayu selalu pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Konawe setiap kali akan bertanding. Tujuannya meminta izin kepada orang tua dan ziarah ke makam mendiang ibundanya.

"Seminggu sebelum berangkat ke Tokyo, dia pulang untuk pamit langsung dan ziarah ke makam almarhum ibunya. Dia juga pamit sama keluarga dan tetangga lalu minta untuk didoakan," ujarnya.

Ketika Apriyani Rahayu meminta izin berangkat ke Olimpiade Tokyo 2021, Amirudin selalu berpesan kepada putrinya agar selalu berdoa dan tidak sombong dalam setiap pertandingan.

"Pesanku waktu berangkat jangan lupa berdoa dan jangan sombong. Kunci keberhasilan itu karena, kalau kita sombong, Tuhan tidak suka dia," pesannya.

Setelah meraih kemenangan, Apriyani juga langsung menghubungi ayahnya untuk memberi tahu tentang keberhasilannya mengharumkan nama Indonesia.

"Dia langsung telepon dan kabarkan kemenangannya, saya bilang syukur alhamdulillah," tuturnya.

Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses mengukir emas di Olimpiade Tokyo 2020. Keberhasilan itu dipersembahkan Apriyani untuk almarhum ibunda.

Apriyani menuntaskan Olimpiade Tokyo 2020 dengan menjadi juara di sektor ganda putri. Bersama Greysia, ia mengalahkan unggulan kedua asal China, Chen Qingchen/Jia Yifan, dalam dua game, 21-19, 21-15, Senin (2/8).

Tonton video 'Tangis Keluarga Apriyani Rahayu Saat Ganda Putri Raih Emas Olimpiade':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)