Anggota DPR Minta Replikasi Penanganan Corona di Luar Jawa Disempurnakan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 07:51 WIB
Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay
Saleh Partaonan Daulay (dok. pribadi)
Jakarta -

Pemerintah akan mereplikasi jurus penanganan COVID di Jawa untuk luar Jawa demi menekan tambahan kasus baru di luar Jawa yang masih tinggi. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, sepakat dengan langkah replikasi itu dengan catatan adanya penyempurnaan.

"Saya pikir replikasi itu bagus dilakukan menurunkan orang yang terpapar COVID di luar Pulau Jawa, tetapi replikasi itu sendiri harus disempurnakan lagi. Karena apa yang ada di Jawa ini kan terus terang masih banyak kekurangan juga kan, karena itu harus dilengkapi sehingga nanti kalau pun direplikasi dia sudah akan lebih baik dibanding di Pulau Jawa," kata Saleh kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Kekurangan penanganan Corona di Jawa yang akan direpilkasi ke luar Jawa menurut Saleh adalah soal tindakan aparat menghadapi warga. Pada replikasi, kata Saleh, harus ada penyempurnaan agar aparat lebih humanis kepada warga.

"Penertiban masyarakat yang saya kira kadang-kadang terlalu tegas sehingga melupakan hak-hak soal kemanusiaan ya humanisme, kan ada kadang-kadang aparatnya datang kemudian lalu merusakkan katakanlah dagang dan seterusnya, saya kira itu tidak boleh dilakukan, di mana pun, tidak hanya di Jawa, di seluruh Indonesia tidak boleh, jadi tetap tegas tapi humanis," ujarnya.

Selain itu, menurut Saleh harus ada penyempurnaan fasilitas kesehatan di luar Pulau Jawa jika ingin ada replikasi penanganan. Seperti halnya soal ketersediaan oksigen, obat-obatan, hingga jumlah tenaga kesehatan.

"Soal protokol kesehatan yang belum tegas dilakukan semua, karena banyak juga yang katakanlah tidak konsisten, ada yang melanggar, tapi tindakan atau hal-hal yang semacam hukumannya itu tidak tegas diberlakukan. Mestinya kalau ada ketegasan tentu ada hukuman, sampai sejauh ini saya lihat di sisi itu belum," ucapnya.

Lebih lanjut, Saleh juga meminta pemerintah perlu mencermarti bahwa karakteristik warga di Jawa dan di luar Jawa itu ada yang berbeda dan tidak mungkin sama. Saleh menilai perlu ada pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk dilibatkan dan berpartisipasi dalam penanggulangan Corona.

"Itu berbeda dengan di luar Jawa, kalau di luar Jawa itu pengetahuan masyarakat akan COVID ini belum sempurna, masih banyak yang perlu disosialisasi, diedukasi, dan diberi informasi, saya kira itu menjadi catatan juga ya. Supaya nanti ketika masyarakat diminta melakukan A, B, C, dan protokol kesehatan, itu sudah lebih mudah," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: