HUT RI Ke-76: Tema, Logo hingga Cara Pendaftaran Upacara Virtual

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 13:54 WIB
HUT RI Ke-76: Tema, Logo hingga Cara Pendaftaran Upacara Virtual
HUT RI Ke-76: Tema, Logo hingga Cara Pendaftaran Upacara Virtual (Foto: Dok setneg)
Jakarta -

HUT RI ke-76 tahun ini masih dilaksanakan di tengah pandemi corona (COVID-19). Sama seperti tahun sebelumnya, perayaannya akan diramaikan dengan berbagai kegiatan online, guna menekan penyebaran virus tersebut.

Pelaksanaan perayaan HUT RI ke-76 akan diatur oleh sejumlah pantiia yang sudah ditunjuk. Dalam surat edaran yang diterbitkan di situs Setneg, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjadi Ketua Pelaksana dan Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar sebagai Wakil Ketua Pelaksana.

Logo HUT ke-76 RILogo HUT ke-76 RI Foto: Dok Setneg

Tema dan Logo HUT RI Ke-76

Memasuki bulan Agustus, tandanya masyarakat Indonesia akan segera merayakan HUT RI ke-76. Tahun ini, pemerintah merilis tema dan logo baru yang diterbitkan melalui surat edaran dari Mensesneg Praktikno.

Dikutip dari situs Setneg, Senin (2/8/2021) surat edaran itu ditujukan kepada pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Bank Indonesia, Panglima, Kapolri, hingga semua kepala daerah di Indonesia.

"Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kiranya Bapak/lbu berkenan memperbanyak dan mensosialisasikannya di lingkungan kerja Bapak/lbu serta membantu menyebarluaskan kepada masyarakat umum," demikian penggalan bunyi surat edaran tersebut.

Tema yang diusung untuk HUT RI Ke-76 adalah 'Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh'. Logo yang dimuat juga memiliki tulisan 76 yang disandingkan dengan tema HUT RI.

Tema tersebut memiliki pesan optimisme. Ada tekad bagi Indonesia untuk tetap tumbuh dan bangkit meski ditempa berbagai krisis, mulai 1998 hingga pandemi COVID-19.

"Indonesia Tangguh menghadapi berbagai krisis yang selama ini menempa," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono lewat pesan singkat, Kamis (17/6/2021).

"Dengan ketangguhan dan berbagai upaya yang dilakukan di masa pandemi maka Indonesia akan tumbuh," ujar Heru.

Logo HUT Ke-76 RI sendiri merupakan visualisasi dari tema Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh. Tema ini berisi pesan tentang ketangguhan dan semangat pantang menyerah untuk terus maju menyongsong masa depan. Hal itu digambarkan dalam komposisi dinamis antar bentuk geometris yang sederhana tetapi kokoh dan dalam perpaduannya bergeliat dengan energi yang lincah.

Upacara dan Doa Kebangsaan HUT RI ke-76 Digelar Virtual

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan, upacara 17 Agustus nantinya akan ditayangkan secara virtual. Upacara juga akan dihadiri secara terbatas dan protokol kesehatan yang ketat.

"Tahun lalu tentu saja kita berharap tahun ini sudah bisa luring, tapi kenyataannya pandemi masih berlanjut di manapun di dunia ini masih berlanjut. Sehingga kami, kita, pemerintah masih menjalankan upacara digelar secara minimalis juga sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Pratikno dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (30/7/2021).

Pratikno juga menjelaskan petugas Paskibraka yang mengikuti upacara 17 Agustus tahun ini juga akan diminimalkan. Namun, dia mengatakan, pemerintah tetap menyiapkan formasi penuh petugas upacara.

"Kita tetap jaga, misalnya paskibraka tetap disiapkan dengan formasi lengkap seperti dulu 17-8-45 itu tetap kita jalankan. Itu tentu saja dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dengan jarak antar anggota pasukan yang diperlebar dan lain-lain formasinya, begitu juga dengan TNI-Polri dan lain-lain," ujarnya.

Terkait doa kebangsaan, juga akan digelar secara virtual. Beberapa kegiatan kenegaraan juga digelar serupa seperti tahun lalu.

"Yang sama adalah doa kebangsaan. Yang sama lagi adalah acara kenegaraan. Misalnya pengukuhan paskibraka, penganugerahan tanda kehormatan, ada pidato kenegaraan, ada upacara peringatan detik-detik proklamasi, upacara penurunan bendera merah putih dan lain-lain. Itu yang kenegaraan pasti sama setiap tahun. Formatnya bisa berbeda-beda. Format pandemi tentu saja lebih sedikit, prokesnya jauh lebih ketat, kita tidak mengundang banyak secara fisik ke dalam upacara," pungkas Pratikno.

Simak tata cara pendaftaran upacara virtual selanjutnya