Pinangki Belum Dieksekusi, Legislator PPP Singgung Jiwa Korsa Salah Tempat

Matius Alfons - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 12:15 WIB
Arsul Sani.
Foto: Arsul Sani. (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Terpidana kasus korupsi Pinangki Sirna Malasari kembali menuai sorotan lantaran pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat belum juga kunjung melakukan eksekusi. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP, Arsul Sani menyoroti lambatnya Kejari Jakpus mengeksekusi lantaran sibuk banyak kerjaan.

"Komisi III minta agar jajaran Kejaksaan sebagai institusi yang mewakili rasa keadilan publik bisa memiliki kepekaan yang baik sebagai bagian dari tata kelola yang baik dalam penanganan perkara pidana," kata Arsul kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Arsul mengatakan kepekaan kejaksaan ini diperlukan bila berkaitan dengan perkaran pidana yang menjadi sorotan publik. Seperti halnya, terpidana korupsi Pinangki, kata Arsul, lamanya eksekusi bisa berdampak pada disorotnya kinerja kejaksaan.

"Kepekaan yang baik ini diperlukan terutama dalam mengelola hal-hal yang terkait proses hukum perkara pidana dalam kasus-kasus yang mendapat sorotan publik. Idealnya kepekaan ini untuk seluruh perkara pidana yang ditangani terlepas apakah perkara itu disorot publik atau tidak. Namun, paling tidak untuk perkara yang menarik perhatian masyarakat lebih dahulu. Salah satu bentuk kepekaan yang perlu terus dijaga adalah seperti soal eksekusi terpidana Pinangki dimana perkaranya disorot publik secara luas," ucapnya.

"Tidak bisa kemudian karena alasan ada beban kerja yang lain terus kasus yang disorot ini kemudian terkesan lamban, iya tentu kami Komisi III minta agar terpidana Pinangki ini perlu segera dieksekusi dalam minggu ini," sambungnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum PPP ini mempertanyakan alasan kejaksaan yang belum juga mengeksekusi Pinangki sampai saat ini. Dia pun mewanti-wanti kejaksaan terkait persepsi jiwa korsa yang salah tempat lantaran tidak kunjung mengeksekusi Pinangki ke penjara.

"Apalagi ketika menyangkut penegak hukum itu sendiri, memang perlu diprioritaskan sehingga tidak menjadi sorotan di media dan ruang publik lainnya. Jangan sampai muncul anggapan di masyarakat ada jiwa korsa yang salah tempat dengan tidak segera mengeksekusi terpidana yang berasal dari jajarannya sendiri," ujar Arsul.

Diketahui sebelumnya, terpidana kasus korupsi Pinangki Sirna Malasari belum dieksekusi ke Lapas. Kajari Jakpus Riono Budi Santoso menjelaskan alasan Pinangki belum dieksekusi.

"Hanya masalah teknis dan administratif di Kejari Jakarta Pusat saja. Kami sebelumnya memang harus memastikan apakah terdakwa mengajukan kasasi atau tidak," ujar Riono saat dimintai konfirmasi, Sabtu (31/7).

Riono mengatakan Pinangki segera dieksekusi ke Lapas. Riono berharap semua pihak tidak khawatir soal eksekusi karena Pinangki masih berada dalam tahanan.

"Segera. Bukan hal sulit karena orangnya juga di rutan. Nggak perlu dicari-cari dan dijemput paksa," ujarnya.

"Pas akhir-akhir ini kebetulan kami juga sedang banyak pekerjaan. Sedangkan tenaga harus dijaga karena pandemi belum jelas kapan berakhir," sambungnya.

(maa/tor)