Pasar Baru Jakpus Sepi Pembeli Pagi Ini, Sejumlah Ruko Disewakan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 10:06 WIB
Kondisi pasar baru di tengah PPKM level 4 (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Kondisi Pasar Baru di tengah PPKM level 4. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Pasar Baru, Jakarta Pusat, sepi pembeli hari ini. Sejumlah toko di Pasar Baru tampak disewakan.

Pantauan detikcom, Senin (2/8/2021), pukul 09.30 WIB, suasana di Pasar Baru sepi pengunjung. Area Pasar Baru yang biasanya ramai, sangat lengang hari ini.

Pengunjung yang berlalu-lalang pun tidak terlalu banyak. Sejumlah toko, seperti optik, toko jam, dan toko tekstil, terpantau tutup.

Bahkan, beberapa toko terlihat disewakan. Salah satunya ruko bekas salah satu bank swasta yang disewakan dengan mencantumkan nomor telepon.

"Ruko ini disewakan. Hubungi: 0812-8381-xxxx Eric," demikian salah satu tulisan yang tertempel di pintu toko.

Kondisi pasar baru di tengah PPKM level 4 (Adhyasta Dirgantara/detikcom)Kondisi pasar baru di tengah PPKM level 4. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)

Juru parkir Pasar Baru bernama Otoy (45) mengungkapkan area perbelanjaan itu sempat tutup beberapa waktu lalu. Adapun Otoy mengatakan Pasar Baru sudah sepi sejak pandemi COVID-19 mewabah.

"Di sini mah sepi sekarang, dari tahun lalu juga udah sepi. Pokoknya lockdown pertama itu jadi sepi. Di sini dibatasin juga soalnya," kata Otoy.

Beberapa orang yang diketahui sebagai karyawan juga terlihat duduk di depan toko yang masih tutup. Mereka menunggu toko tempatnya bekerja buka.

Seperti diketahui, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 membolehkan pasar beroperasi. Pasar diizinkan buka dengan jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas dan batas waktu serta mematuhi protokol kesehatan.

PPKM Level 4 ini akan berakhir hari ini. Pemerintah pun akan segera mengumumkan apakah akan memperpanjang PPKM Level 4 atau tidak.

"Iya rencananya demikian (nasib PPKM level 4 diumumkan besok)," kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi kepada detikcom, Minggu (1/8).

(isa/isa)