2 Harimau Terpapar Corona di Ragunan Bakal Jalani Swab PCR Lagi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 19:47 WIB
Kabar dua ekor harimau di Ragunan terpapar virus Corona curi atensi publik. Diketahui, ini bukan kali pertama kasus infeksi virus Corona ditemukan pada hewan.
Harimau Ragunan / Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Kondisi dua harimau Sumatera Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Tino (9) dan Hari (12), yang terpapar COVID-19 berangsur pulih. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pengelola melakukan tes PCR ulang terhadap kedua satwa tersebut.

"Jadi kita berharap nanti hari-hari ke depan segera melakukan tes PCR lagi untuk mengkonfirmasi bahwa observasi klinis tadi dibuktikan dengan tes laboratorium," kata Anies Baswedan di instagram @ragunanzoo, Minggu (1/8/2021).

Menurutnya, kondisi ayah dan anak harimau itu berangsur pulih karena cepat tertangani. Dia pun berpesan agar pengelola terus memantau kondisi kesehatan Tino, Hari maupun satwa lainnya yang ada di TMR.

"Kami semua berharap nanti tim di TMR terus memastikan bahwa semua satwa di tempat ini dan bila ada tanda-tanda terpapar segera dilakukan langkah-langkah seperti penanganan untuk Hari dan Tino ini. Jadi kita ingin semuanya bisa sehat," jelasnya.

Kepala Unit Pengelola Kebun Binatang Ragunan Endah Rumiyat mengatakan pihaknya segera menjadwalkan swab tes ulang terhadap Tino dan Hari. Di samping, pengelola terus melakukan observasi terhadap keduanya.

"Satwa tersebut secara klinis sudah tidak menunjukkan gejala sakit lagi dan akan kami lanjutkan dengan uji laboratorium bahwa satwa tersebut benar-benar negatif COVID," ujar Endah.

Sebelumnya, dua harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) terpapar COVID-19. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengungkapkan keduanya diketahui terpapar virus Corona saat salah satu harimau Sumatera, Tino, mengalami gejala COVID-19.

Tak lama kemudian, harimau Sumatera lainnya, Hari, mengalami gejala yang sama. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta kemudian melakukan tes swab kepada keduanya. Hasilnya, Tino dan Hari dinyatakan positif COVID-19.

"Pada tanggal 14 Juli, kami lakukan pengambilan sampel dengan di-swab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa tersebut terpapar COVID-19," kata Suzi melalui keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).

Suzi mengungkapkan dibutuhkan waktu 10-12 hari pengobatan, hingga kondisi kedua satwa itu berangsur pulih dan sehat. Tino dan Hari, lanjutnya, selama terpapar COVID-19 pun diberi pengobatan COVID-19.

"Di antaranya pemberian antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari," kata Suzi.

(imk/imk)