Anies Klaim PPKM Kendalikan COVID di DKI: Kasus Aktif Turun Jadi 17 Ribu

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 14:28 WIB
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan sejak awal Juli lalu berdampak baik pada pengendalian (COVID-19) di Jakarta. Anies menyebut angka kasus aktif di Jakarta kini turun menjadi 17 ribu kasus.

"Saya ingin garis bawahi bahwa kegiatan pembatasan mobilitas sejak awal Juli kemarin berdampak amat baik pada pengendalian COVID. Ini adalah hasil kerja keras kita semua, ribuan petugas yang bertugas siang malam kemudian jutaan rakyat yang mentaati, angkanya apa, terlihat itu kasus baru turun, kalau kasus baru turun artinya penularan dalam dua minggu terakhir menurun sekali, tanggal 16 Juli di Jakarta ada 113 ribu kasus, hari ini akhir dua minggu kemudian 17 ribu," kata Anies usai menghadiri peluncuran vaksinasi merdeka di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Anies mengatakan, pada 16 Juli lalu, kasus aktif COVID-19 di Jakarta menyentuh angka 113 ribu kasus, tapi kini turun menjadi hampir 100 ribu kasus. Dia menyebut penurunan kasus aktif COVID-19 itu menjadi bukti PPKM berjalan efektif.

"Bayangkan turun 100 ribu kasus aktif. Ini bukti konkret bahwa pembatasan mobilitas yang dikerjakan kemarin efektif, mari kita teruskan," ucapnya.

Meski demikian, Anies menyebut angka itu belum menyatakan Jakarta aman dari COVID-19. Jakarta bisa dinyatakan aman apabila positivity rate COVID-19 di bawah 5 persen. Sedangkan positivity rate Jakarta saat ini, lanjut Anies, masih di angka 15 persen.

"Saya mengajak kepada semua untuk jangan kendur, ini belum selesai, kapan nanti kita bisa merasakan aman, positivity rate kita masih 15 persen, 16 April, 15 April positivity rate 45 persen turun jadi 15 persen. Insyaallah kalau ini di bawah 5 persen kita bisa mengatakan masuk zona aman," ujarnya.

Mantan Mendikbud ini mengungkap saat ini bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit di Jakarta mencapai 70 persen. Anies mengajak semua pihak tidak lengah demi menekan laju penyebaran virus COVID-19.

"Yang kedua, rumah sakit, BOR rumah sakit itu 94-95 persen di pertengahan Juli, sekarang sudah 70-an persen, aman bila di bawah 60 persen. Jadi kita ingin semuanya jangan kendur, jangan puas, jangan merasa berhasil ingat kalau yang muslim punya pengalaman tentang Perang Uhud, Perang Uhud itu sudah mau menang, tapi nggak tahan, apa yang terjadi? Kekalahan, karena tidak tahan untuk tabah sebelum prosesnya tuntas, mari kita tuntaskan insyaallah kita akan bisa betul-betul menang," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, perpanjangan PPKM Level 4 sudah berjalan selama 7 hari. PPKM Level 4 di Jakarta diberlakukan sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Besok merupakan hari terakhir PPKM level 4 di Jakarta. Hingga kini belum bisa dipastikan apakah pemerintah akan memperpanjang PPKM Level 4 di Jakarta.

(whn/isa)