Heboh Petugas PLN Diludahi, Pelanggan Diimbau Bayar Tagihan Awal Bulan

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 13:04 WIB
PLN
Foto: PLN
Jakarta -

PLN mengimbau pelanggan listrik pascabayar untuk membayar tagihan di awal bulan. Tagihan sudah bisa diakses mulai tanggal 2 atau 3 setiap bulannya.

"Meskipun dalam Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL), telah diatur bahwa batas waktu untuk pembayaran rekening listrik pascabayar adalah tanggal 20 setiap bulannya, namun kami mengimbau pelanggan untuk melakukan pembayaran di awal bulan," jelas Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi dalam keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).

Agung menguraikan PLN menghitung tagihan listrik menggunakan hasil pencatatan dan pengecekan fisik petugas PLN terhadap angka kWh meter yang terpasang di rumah pelanggan. Selain itu. pelanggan listrik pascabayar juga bisa melakukan catat meter mandiri yang dikirim pelanggan melalui aplikasi PLN Mobile pada tanggal 24-27 setiap bulannya.

"Sekarang pelanggan bisa melaporkan langsung angka penggunaan listrik di kWh meternya melalui aplikasi PLN Mobile, selain lebih mudah, pelanggan juga bisa langsung mendapatkan estimasi tagihan listriknya," sebut Agung.

Pelanggan, kata Agung, dapat membayar tagihan listrik melalui Aplikasi PLN Mobile, atau melalui bank yang bekerja sama dengan PLN, baik lewat internet banking maupun SMS banking. Pembayaran juga bisa melalui marketplace, Kantor Pos maupun gerai minimarket.

Agung mengingatkan Ada konsekuensi jika pelanggan membayar tagihan melewati tanggal 20 setiap bulannya. PLN akan mengenakan denda biaya keterlambatan dalam tagihan selanjutnya.

Ia menambahkan jika melewati batas waktu pembayaran tanggal 20, maka PLN berhak untuk melakukan pemutusan sementara. Adapun apabila 60 hari sejak dilakukan pemutusan sementara pelanggan belum melunasi tagihannya, maka PLN berhak melakukan pembongkaran rampung.

Apabila setelah dilakukan pembongkaran rampung, pelanggan menginginkan sambungan listrik kembali maka pelanggan tetap harus melunasi tunggakannya dan diperlakukan sebagai permintaan sambungan baru. Agung mengatakan informasi atau layanan PLN dapat diakses melalui Aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore.

Sementara itu, terkait adanya insiden serta perbuatan tak menyenangkan terhadap petugas PLN di Medan, PLN berharap agar masalah ini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Plt Manager Komunikasi PLN UIW Sumut, Yasmir Lukman menerangkan petugas PLN yang datang ke rumah pelanggan berniat memberikan surat penagihan kepada pelanggan untuk tagihan rekening listrik Juli 2021. Ia menekankan, PLN mengedepankan sikap profesional dan kepatuhan terhadap prosedur serta aturan dalam pelayanan terhadap pelanggan.

"PLN juga menyesalkan adanya kejadian ini dan mendukung sikap petugas yang taat aturan dan menempuh mekanisme hukum yang berlaku," sebut Yasmir.

Sebagai informasi, tindakan tak menyenangkan dilakukan seorang pria terhadap petugas PLN, pada Kamis (29/7). Hal itu terjadi di Jl. Halat, Kelurahan Pasar Merah Barat, Kota Medan. Pria tersebut mendadak emosi ketika petugas hendak menyampaikan tagihan listrik.

Yasmir mengungkapkan pelanggan tersebut tercatat memiliki tunggakan rekening listrik bulan Juli 2021. Saat petugas menyampaikan tagihan piutang pelanggan sebesar Rp 719.749 disertai denda keterlambatan sebesar Rp 75.000 sesuai ketentuan yang berlaku, pria tersebut berkeberatan. Pria tersebut bahkan menyampaikan penghinaan, pelemparan batu, memukul kaca mobil, hingga meludahi petugas.

Atas kejadian ini, Petugas PLN UP3 Medan bernama Ayu Miranda yang merupakan korban dalam kejadian ini bersama 3 rekan tim akhirnya melaporkan perbuatan tidak menyenangkan ini ke Polsek Medan Kota. Pria tersebut akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

(ega/ega)