Berwisata & Kulineran di Gua Jepang Bantul, Aktivitas Seru Usai PPKM

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 09:46 WIB
pemkab bantul
Foto: pemkab bantul
Jakarta -

Traveler yang mencari wisata sejarah, kuliner dan wisata alam, dalam satu tempat, obyek wisata Gua Jepang di Bantul bisa jadi tujuan. Di obyek wisata ini ada bunker-bunker peninggalan penjajah Jepang, situs Surocolo, kuliner wedang ereng-ereng dan Puncak Kayangan dengan pemandangan sunset nan indah.

Objek wisata tersebut berada di Desa Seloharjo Kapanewon Pundong. Di sana, wisatawan akan disambut situs Surocolo dengan sendang yang melegenda sebagai obyek pertama sebelum sampai ke kawasan Gua Jepang. Konon, sendang tersebut terkait erat dengan keberadaan Sunan Amangkurat Mas, yang saat itu berkonfrontasi dengan belanda. Dinamai Sendang Kakung dan Sendang Putri, sumber air ini berada di bawah dua pohon randu alas berusia ratusan tahun.

Sementara itu, kawasan Gua Jepang berada di puncak bukit yang berjarak sekitar 2 km dari situs Surocolo. Sebelum menjelajahi kawasan Gua Jepang, wisatawan bisa beristirahat sejenak di sejumlah warung dengan sajian khasnya berupa sego sangit, sambal kopi. Kuliner istimewa lainnya, yaitu wedang ereng-ereng, minuman tradisional berupa campuran rempah seperti jahe, kayu manis, dserai, pandan dan kapulaga.

Usai menikmati kuiner khas desa Seloharjo, wisatawan bisa beranjak untuk menjelajahi Gua Jepang. Meski disebut gua, sejatinya yang ada adalah komplek bungker peninggalan zaman Jepang.

pemkab bantulpemkab bantul Foto: pemkab bantul

Terdapat 18 bangunan bungker yang dibangun tentara Jepang sebagai tempat perlindungan pada Perang Dunia Kedua. Bungker hanya memiliki kedalaman sekitar dua meter, wisatawan bisa masuk dan menjelajahinya tanpa ada kesan angker.

Spot berikutnya, di puncak Bukit Surocolo terdapat sejumlah spot foto dengan latar pemandangan nan indah yang sengaja dibuat pengelola untuk menambah daya tarik wisata.

Wisatawan juga dapat mencapai puncak Bukit Kahyangan. Lembah nan hijau dan laut lepas Samudera Hindia, adalah pemandangan tersaji di tempat ini. Saat sore hari, dari puncak Kayangan ini wisatawan bisa menyaksikan pemandangan saat matahari tenggelam di ufuk barat.

"Di Bantul ini kaya akan wisata sejarah. Dan obyek wisata Goa Jepang Surocolo ini salah satunya. Dan semoga saja pendemi ini bisa segera mereda agar tempat wisata bisa kembali dibuka. Tapi tetap harus kami ingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan dengan mentaai 5M," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo dalam keterangan tertulis, Minggu (1/8/2021).

Heru menyampaikan informasi lengkap mengenai wisata di Bantul tersedia di plikasi JELAJAH BANTUL bisa diunduh melalui playstore. Untuk pembayaran non tunai wisatawan juga bisa menggunakan aplikasi QUAT untuk meminimilasir kontak saat berwisata usai PPKM level 4.

(ega/ega)