Kemenkominfo Gandeng Asosiasi hingga Swasta Latih Talenta Digital

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 19:57 WIB
komputer
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan program stimulus untuk melatih talenta digital melalui Program Digital Talent Scholarship (DTS) 2021. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Hary Budiarto menyatakan program yang telah berjalan sejak tahun 2018 bertujuan untuk menyediakan SDM yang terampil dan berdaya saing di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

"Talenta digital menjadi salah satu kunci dari transformasi digital. Program DTS merupakan salah satu program untuk mendukung instruksi Bapak Presiden Joko Widodo tentang transformasi digital nasional, di mana ditargetkan 9 juta talenta digital terampil pada tahun 2030," ungkapnya dikutip dari situs resmi Kominfo, Sabtu (31/7/2021).

Dalam TalenTalks Webinar yang bertajuk 'Menyiapkan Ekosistem Digital Melalui Pengembangan Talenta Digital, beberapa waktu lalu, Hary juga menilai adanya teknologi tanpa kesiapan sumber daya manusia akan menjadikan hal yang sia-sia. Oleh karena itu, maka pengembangan sumber daya manusia harus didukung dan dilaksanakan tidak hanya oleh pemerintah, namun juga oleh lembaga-lembaga organisasi asosiasi sektor TIK maupun korporasi.

"Baik yang dari negeri maupun swasta, sehingga hasil yang didapatkan akan lebih masif dan merata di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.


Menurut Hary, dalam program Dikti 2021 ditargetkan adanya implementasi kerja sama dengan Kominfo melalui pengembangan kurikulum startup dan diklat online untuk dosen dan mahasiswa secara masif. Sebanyak 100 ribu dosen dan mahasiswa bakal berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum startup dan diklat online tersebut.Hal itu juga senada dengan kebijakan Kampus Merdeka, terutama kegiatan kewirausahaan atau startup digital, yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).


"Melalui kolaborasi Akademi Talent Scouting Academy (TSA) Digital Talent Scholarship (DTS) dengan Program Kampus Merdeka, Kementerian Kominfo turut memfasilitasi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang teknologi informasi dan komunikasi," terang Hary.


Hary juga menyebut upaya pemerintah ini juga didukung oleh sektor swasta. Misalnya dukungan untuk Kampus Merdeka, Tokopedia menghadirkan program magang bersertifikat untuk bidang Software Engineering, Marketing, dan Business Development.

Selain itu, Tokopedia menyediakan wadah belajar bagi praktisi teknologi di Indonesia melalui Tokopedia Academy. Konferensi teknologi Sart Summit merupakan salah satu turunannya. Tokopedia bersama Universitas Indonesia (UI) juga telah meluncurkan AI Center of Excellence, serta bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya untuk membuat dan menyelenggarakan mata kuliah e-commerce.

"Selain Tokopedia, perusahaan teknologi lain Indonesia, seperti Telkomsel, menggelar beragam program untuk mendukung terciptanya talenta digital Indonesia. Telkomsel juga membuka kesempatan magang untuk mendukung program Kampus Merdeka. Telkomsel pun bekerja sama dengan Telkom University mengadakan program beasiswa khusus bagi para talenta digital," paparnya.

(mul/mpr)