Firli Bahuri: Banyak Pegawai Kena COVID tapi Berantas Korupsi Tak Berhenti

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 17:12 WIB
Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri (Wahyudi/20detik)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri mengungkap kendala dan keterbatasan KPK dalam menangani kasus selama pandemi COVID-19. Firli menyebut sejak awal Maret 2020 hingga 31 Juli 2021, sebanyak 436 pegawai KPK terpapar COVID-19.

"KPK juga mengalami derita karena sejak awal 2020 sampai tanggal 31 Juli 2021, jumlah pegawai yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 436 orang, dan khusus Kedeputian Penindakan sebanyak 141 orang," ungkap Firli dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/7/2021).

Firli lanjut menerangkan tahun ini tercatat 169 pegawai terpapar COVID-19. Diketahui, imbuh Firli, 41 orang di antaranya tertular karena tetap bekerja.

"Untuk tahun 2021, sebanyak 169 orang dari Kedeputian Penindakan, 41 orang terpapar COVID karena mereka tetap bekerja sehingga terpapar COVID-19," jelas Firli.

Firli lalu menyampaikan, selama pandemi COVID-19, KPK sudah kehilangan 10 pegawai terbaiknya. Terakhir, penyidik KPK Kompol Ardian.

"Dan selama pandemi COVID-19 sejak tahun 2020, sebanyak 10 orang pegawai KPK meninggal dunia. Terakhir penyidik KPK almarhum Kompol Ardian," tutur Firli.

Selanjutnya, data per hari ini mencatat masih ada 43 pegawai KPK yang menjalani isolasi mandiri (isoman) dan 3 orang masih dirawat di rumah sakit. Firli menuturkan KPK turut berjuang menghadapi COVID-19 yang belum berakhir hingga saat ini.

"Saat ini, per tanggal 30 Juli 2021, masih ada 43 orang yang sedang menjalani isoman dan 3 orang masih dirawat di rumah sakit. Kami terus berjuang melawan dan berupaya menyelamatkan insan KPK dari COVID-19, namun COVID-19 belum bisa teratasi," ujar Firli.

Firli menuturkan KPK terus menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi ini dalam menerapkan trisula strategi pemberantasan korupsi (pencegahan, penindakan, dan pendidikan antikorupsi). Salah satu bentuk penyesuaian kerja di masa pandemi adalah meminimalisasi mobilitas pegawai turun langsung ke lapangan, sehingga, program kegiatan sebagian besar beralih ke daring.

Baca berita selengkapnya di halaman berikutnya.