Anies: Dari 4,2 Juta Warga yang Divaksin, Ada 0,013% Meninggal COVID-19

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 16:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau TPU Rorotan (Instagram @aniesbaswedan)
Ilustrasi: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau TPU Rorotan (Instagram @aniesbaswedan)
Jakarta -

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyatakan vaksinasi mengurangi risiko kematian akibat COVID-19. Jumlah warga Jakarta yang telah divaksinasi namun meninggal dunia karena virus Corona sekitar 0,013 persen.

"Kenyataannya, vaksin amat mengurangi risiko keparahan dan risiko kematian," kata Anies lewat kanal YouTube resmi Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Anies menyampaikan datanya. Dari 4,2 juta orang yang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksinasi minimal dosis pertama, 2,3 persen saja yang tetap terinfeksi virus Corona.

"Angkanya kecil sekali. Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini yang 2,3 persen ini tidak bergejala atau bergejala ringan," kata Anies.

Dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI yang sudah divaksinasi (baik dosis pertama maupun sudah dosis kedua), Anies lalu mengungkap jumlah warga yang meninggal dunia karena COVID-19.

"Hanya 0,013 persen yang meninggal sesudah terpapar COVID atau kira-kira 13 per 100 ribu penduduk. Itu yang meninggal," kata Anies.

Meski begitu, Anies menyampaikan kematian bukanlah sekadar angka statistik dan tidak bisa dianggap remeh. Kematian dialami oleh manusia nyata. Di balik angka kematian, ada keluarga, saudara, dan teman yang kehilangan orang tercinta. Untuk menghindari risiko kematian, warga Jakarta, baik yang ber-KTP DKI maupun yang tidak, harus segera mengikuti vaksinasi.

"Kalau kita lihat dibandingkan dengan yang belum vaksin, yang sudah divaksin itu case fatality rate-nya atau tingkat kematian kasusnya menurun sampai spertiganya dibandingkan dengan mereka yang belum divaksin," kata Anies.

(dnu/idh)