Sosok Peltu Deni yang Pandai Bahasa Isyarat-Teman Korban Injak Kepala di Papua

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 10:29 WIB
Prajurit TNI AU, Peltu Deny ajak makan Steven, pemuda yang diinjak kepalanya oleh oknum TNI AU
Peltu Deni Zulkarnaen bertemu dengan Steven (Tangkapan layar video TNI AU)
Jakarta -

Peltu Deni Zulkarnaen menjadi mediator bagi Lanud Johanes Abraham Dimara, Merauke, Papua, untuk berkomunikasi dengan Steven (17), pemuda yang diinjak kepalanya oleh oknum TNI AU, Serda A dan Prada V. Hal ini dikarenakan Peltu Deni pandai bahasa isyarat dan mengenal Steven sejak 5 tahun lalu.

"Sejak pertama dinas di Lanud Baucau Timtim tahun 1997 sampai 1999, kami punya anak binaan satu orang disabilitas. Dari sinilah kami perlahan mulai bisa memahami tentang bahasa isyarat," cerita Deni soal awal mula dirinya mempelajari bahasa isyarat, dikutip detikcom dari keterangan tertulis Dinas Penerangan (Dispen) AU, Sabtu (31/7/2021).

Prajurit kelahiran Merauke pada 1976 ini juga mengangkat enam anak di kampung halamannya, yang salah satunya anak tunawicara. Sejak dari situlah Deni semakin menguasai bahasa isyarat.

Karena kemampuannya itu, Deni dekat dengan kelompok difabel di Merauke, bahkan turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan Perhimpunan Disabilitas Kabupaten Merauke. Saat pindah tugas ke tanah kelahiran, Deni, yang gemar bermain bola voli, mengenal seorang pemain voli tunawicara pada tahun 2000.

"Tosser tim voli kami merupakan tunawicara. Dari sinilah kami mulai menyatu dengan kelompok disabilitas di daerah ini. Berkumpul dengan mereka dan bisa membantu mereka adalah kepuasan batin kami. Sampai saat ini kami terus menjalin komunikasi dan berinteraksi," ujar Deni

Deni lantas menyebut para penyandang disabilitas pada dasarnya memiliki talenta masing-masing. "Mereka juga memiliki kelebihan dan kemampuan. Apabila kita memahami mereka dengan cara pendekatan hati, mereka sangat menghormati kita," ungkapnya.

Deni saat ini juga menjabat Wakil Ketua KONI Distrik Merauke. Penunjukan Deni sebagai pimpinan KONI Distrik Merauke dilakukan oleh Bupati Merauke atas pertimbangan berbagai prestasi bidang olahraga yang diraih, termasuk perhatian Deni dalam mengembangkan bakat olahraga putra-putri daerah Merauke.

Peltu Deni Zulkarnaen dan anak-anak asuhnyaPeltu Deni Zulkarnaen dan anak-anak asuhnya (Foto: dok. istimewa)

Peltu Deni kini memiliki 10 anak, yang terdiri atas 4 anak kandung dan 6 anak angkat asli Papua, yang salah satunya tunawicara. Deni tinggal di rumahnya di Kelurahan Seringgu, Distrik Merauke, bersama 10 anaknya saat ini.

Dua dari enam anak angkatnya saat ini menjalani seleksi masuk calon Bintara TNI AU. Deni berharap keduanya lolos seleksi dan kelak dapat melanjutkan perjuangannya. Sedangkan empat anak angkat lainnya masih sekolah tingkat SMA dan SMP.

Sebelumnya diberitakan Steven bertemu dengan Peltu Deni Zulkarnaen, yang sudah 5 tahun dikenalnya. Pertemuan keduanya diinisiasi Deni setelah mendengar insiden injak kepala yang dialami Steven.

"Peltu Deny mengajak Steven untuk bersekolah lagi karena Steven pada saat ini sudah putus sekolah sejak beberapa tahun lalu," kata Kadispen AU Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/7).

Indan menjelaskan Peltu Deni mampu berkomunikasi dengan bahasa isyarat dengan pemuda yang jadi korban injak kepala oleh oknum TNI AU tersebut. Peltu Deny mengenal Steven sejak 5 tahun lalu karena aktif dalam perkumpulan difabel Kabupaten Merauke.

"Selain mengajak sekolah lagi, Peltu Deni berjanji akan mencarikan pekerjaan buat Steven," imbuh dia.

Lihat Video: Berbaju Tahanan, Ini Wujud Oknum TNI Penginjak Kepala Warga di Papua

[Gambas:Video 20detik]



(aud/idh)