Cak Imin Sebut Pentingnya Peran Orang Tua dalam Program Vaksinasi Anak

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 20:50 WIB
Cak Imin
Foto: PKB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti rendahnya antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat baru 548 ribu anak usia 12-19 tahun di Indonesia yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dari target 11,9 juta.

Menurut Cak Imin, sapaannya, rendahnya antusias vaksin untuk anak disebabkan kurangnya informasi sehingga banyak orang tua ragu melakukan vaksinasi COVID-19. Untuk itu, dirinya mengimbau agar Kemenkes segera mengantisipasi dan bergerak cepat untuk mengedukasi vaksinasi anak dengan menggandeng para orang tua.

"Vaksinasi terhadap anak-anak menyaratkan adanya izin dari orang tua. Makanya sikap orang tua terhadap program vaksin menjadi krusial. Nah, Kemenkes harus gerak cepat memberikan edukasi itu karena vaksinasi anak butuh pengertian dari orang tua," kata Cak Imin dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Wakil Ketua DPR RI ini menjelaskan peran orang tua sangat bergantung dalam menyukseskan program vaksinasi anak usia 12-19 tahun.

"Orang tua punya andil besar terhadap kesuksesan program vaksinasi terhadap anak-anak," katanya.

Selain itu, Ia juga meminta agar Kemenkes melakukan pemetaan yang konkret dan rinci di masing-masing provinsi terkait kebutuhan vaksin bagi anak. Ia menilai pemetaan ini cukup penting untuk mencegah ketimpangan penerimaan vaksin. Terlebih anak-anak juga merupakan kelompok yang rentan terinfeksi virus COVID-19.

"Mappingnya kudu jelas dan rinci, biar nggak ada ketimpangan penerimaan vaksin. Bukan cuma tingkat provinsi ya, syukur-syukur bisa pendataan sampai kabupaten/kota dan desa," pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kemenkes per 29 Juni 2021 (pukul 18.00 WIB), lebih dari 2 juta orang terkonfirmasi COVID-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10,6% (lebih dari 200 ribu orang) di antaranya merupakan kasus aktif.

Hampir 260 ribu kasus terkonfirmasi menimpa anak usia 0-18 tahun, yang lebih dari 108 ribu kasus berada pada usia 12-17 tahun. Dari jumlah tersebut, tercatat lebih dari 600 anak usia 0-18 tahun meninggal. Adapun sebanyak 197 orang anak yang meninggal berumur 12-17 tahun. Sementara Case Fatality Rate pada kelompok usia tersebut adalah 0,18%.

(ncm/ega)