Camat di Jambi Tertipu Puluhan Juta, Pelaku Catut Nama Kapolsek

Ferdi Almunanda - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 19:52 WIB
Camat Jujuhan Ilir bertemu Kapolsek Jujuhan saat menyampaikan kasus penipuan yang dialaminya (dok Istimewa)
Foto: Camat Jujuhan Ilir bertemu Kapolsek Jujuhan saat menyampaikan kasus penipuan yang dialaminya (dok Istimewa)
Jambi -

Seorang camat di Kabupaten Bungo, Jambi, Khaidir Yusuf, mengaku menjadi korban penipuan. Camat Jujuhan Ilir itu merugi Rp 35 juta.

"Jadi awalnya saya dihubungi oleh seseorang yang mana mengaku sebagai Kapolsek Jujuhan. Saat itu, pelaku yang menelepon mengaku ingin meminjam uang senilai Rp 25 juta untuk mentransfer pimpinannya di Jakarta," kata Khaidir kepada wartawan, Jumat (30/7/2021).

"Karena saya kira itu adalah Kapolsek tidak mungkin menipu saya dan saya perintahkan staf saya mentransfer uang itu," tambahnya.

Khaidir mengaku tak menyadari jika peneleponnya adalah pelaku penipuan. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/7) malam.

"Saat ditelepon itu, saya lalu perintahkan bawahan saya untuk cari dana, setelah ada dana maka saya suruh staf saya cari ATM untuk mentransfer uang itu. Saya bantu transfer nya sebanyak Rp 35 juta karena saya tidak mendengar berapa yang dimintai transfer lantaran sedang ada tamu, ketika saya cek ternyata Rp 25 juta meminta transfernya," ujar Khaidir.

Setelah uang ditransfer, Khaidir kemudian mencoba mengkonfirmasi ke pihak yang meneleponnya. Namun nomor itu sudah tidak aktif lagi. Sempat curiga, akhirnya Khaidir menyadari telah ditipu.

"Waktu uang sudah ditransfer staf, saya baru sadar kalau saya sudah ditipu. Saya saat transfer uang itu lalu coba konfirmasi balik ke nomor yang ada kemudian ke Polsek Jujuhan, ternyata Kapolsek tidak pernah memakai nomor baru dan tak pernah sama sekali meminta kiriman uang," kata Khaidir.

Polisi Usut Penipuan

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolsek Jujuhan AKP Wibisono membenarkan dengan adanya kejadian penipuan yang dialami seorang Ccmat. Dia juga sudah mengetahui bahwa pelaku mencatut nama dan jabatannya.

"Iya, betul tadi Pak Camat Jujuhan Ilir melaporkan ke kami ada pelaku mencatut nama kapolsek, pelaku itu sambil minta transfer. Agar dapat kami jelaskan dan untuk dapat kami imbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati jangan mudah percaya adanya pelaku yang mengatas nama seseorang apalagi pakai modus transfer," ujar Wibisono.

Dirinya juga telah menerima laporan yang diajukan Camat Jujuhan itu. Namun sejauh ini laporan itu masih dilakukan secara lisan dan tidak melakukan laporan secara tertulis.

Namun, kasus penipuan terhadap seorang Camat itu akan tetap ditindaklanjuti, lantaran mencatut nama institusi Polri dan jabatan di Polri.

(jbr/jbr)