Acungi Jempol ke Polri, Korban Pinjol Harap Pelaku Lain Juga Ditangkap

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 16:53 WIB
Slamet Yuono
Kuasa hukum korban pinjol, Slamet Yuono (Dokumen pribadi Slamet Yuono)
Jakarta -

Kuasa hukum korban pinjol, Slamet Yuono mengapresiasi tindakan tegas Dittipideksus Bareskrim Polri yang telah melakukan pengangkapan delapan pelaku pinjol ilegal KSP Cinta Damai. Mereka telah menfitnah nasabah sebagai bandar narkoba.

"Bahwa kami sangat mendukung dan mengapresiasi tindakan tegas Polri terhadap para pelaku pinjol ilegal yang meresahkan dan membawa penderitaan bagi masyarakat, hal ini sebagaimana diceritakan oleh beberapa korban kepada media massa, maupun ratusan korban yang telah mengirim keluhan kepada kami baik melalui email, WA, Instagram," kata Slamet kepada wartawan, Jumat (30/7/2021).

Slamet menyatakan setiap kali pinjol ilegal ditutup dan diblokir oleh Satgas Waspada Investasi bekerjasama dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi, kemudian mereka akan muncul lagi dengan menggunakan nama lain.

"Sehingga dengan adanya penegakkan hukum yang saat ini dilakukan oleh Polri akan turut menekan keberadaan pinjol ilegal dan hal ini merupakan sinergi yang baik untuk memberantas pinjol ilegal," tutur Slamet.

Menurut Slamet, penangkapan 8 pelaku itu bagi para korban, merupakan obat mujarab. Karena selama ini selalu dihantui ketakutan sebagai akibat intimidasi, teror, ancaman, pencemaran nama baik yang merupakan senjata andalan para pelaku pinjol ilegal dalam melakukan penagihan. Penangkapan ini juga harus dijadikan momen bagi masyarakat agar meningkatkan kehati-hatian dan waspada jika akan melakukan peminjaman melalui pinjol.

"Bagi para pelaku pinjol ilegal, hal ini menjadi peringatan keras agar segera menutup usaha mereka yang tidak terdaftar dan berizin OJK dan menghentikan segala teror dan intimidasi dan tindakan melawan hukum lain yang dilakukan pada saat melakukan penagihan," tutur Slamet.

Namun demikian, Slamet mewakili korban pinjol berharap penangkapan tidak hanya dilakukan terhadap delapan pelaku tersebut. Polri harus terus rajin mengungkap jaringan pinjol yang meneror nasabah.

"Harapan kami Kepolisian RI semakin banyak mengungkap dan menangkap pelaku pinjol ilegal yang menggunakan berbagai modus kejahatan untuk melakukan penagihan sebagaimana disampaikan Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika dalam keterangannya kepada wartawan. Di samping itu hal yang sangat meresahkan masyarakat adalah adanya penagihan dari pinjol ilegal tetapi faktanya korban tidak pernah melakukan peminjaman sehingga patut diduga telah terjadi jual beli data pribadi," terang Slamet.

Diberitakan sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri membekuk 8 pelaku pinjol ilegal bernama KSP Cinta Damai yang diduga melakukan pencemaran nama baik dengan memfitnah nasabahnya sebagai bandar narkoba. Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika menjelaskan kejadian bermula pada 7 Juni 2021. Saat itu, ada seorang korban yang merupakan nasabah KSP Cinta Damai yang mengaku diancam oleh pihak pinjol ilegal tersebut.

"Pada tanggal 7 Juni 2021, Dittipideksus Bareskrim Polri menerima pengaduan dari nasabah aplikasi pinjaman online KSP Cinta Damai, mengenai adanya pengancaman, pencemaran nama baik, dan perbuatan fitnah yang dilakukan terhadap nasabah tersebut oleh desk collection KSP Cinta Damai," ujar Helmy kepada wartawan, Kamis (29/).

Helmy mengatakan pihak KSP Cinta Damai menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp. Korban mengaku diminta melunasi utang dengan menggunakan kata-kata kasar dan kotor.

"Dan di saat itu juga korban menerima kiriman foto korban yang telah diedit. Di mana dalam foto tersebut, korban dinyatakan bahwa selain mempunyai utang di KSP Cinta Damai, korban merupakan salah satu bandar narkoba yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sumut," tutur Helmy.

Lihat juga video 'Ribuan SIM Card Teregistrasi Pinjol, Polri 'Colek' Kominfo-Dukcapil':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/dnu)