Pemprov Sumbar Bentuk Satgas untuk Cegah Kelangkaan Oksigen

Jeka Kampai - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 15:15 WIB
Close-up of medical oxygen flow meter  shows low oxygen or an nearly empty tank
Ilustrasi oksigen (Getty Images/iStockphoto/Toa55)
Padang -

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) membentuk Satgas Oksigen untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan oksigen medis untuk pasien COVID-19. Satgas ini berfokus pada persoalan oksigen, termasuk mengatur rencana penjemputan bantuan oksigen dari provinsi tetangga.

"Untuk oksigen, suplai kita memang kurang. Bukan kita saja, tapi hampir seluruh daerah, khususnya di Jawa. Jadi langkah kita adalah siapkan Satgas Oksigen Sumbar, tinggal menunggu SK saja dan koordinatornya Pak Sekda," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi kepada wartawan, Jumat (30/7/2021).

Arry menerangkan kebutuhan oksigen untuk rumah sakit di wilayah Sumbar 500 ribu kubik per bulan. Namun, karena ada tambahan fasilitas kesehatan untuk pasien COVID-19, yakni Asrama Haji dan RS Paru Padang Pariaman, kebutuhan oksigen pun meningkat.

"Saat ini kebutuhan kita 500 ribu kubik per bulan. Tapi seiring dengan penambahan fasilitas isolasi COVID di Asrama Haji Padang dan Rumah Sakit Paru Padang Pariaman, kebutuhan tentu juga meningkat. Jadi kita terus menghitung berapa kebutuhan riil kita, apalagi masih banyak fasilitas rujukan COVID-19 yang belum memberikan datanya," tambah dia.

Di tempat terpisah, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan tiga provinsi tetangga, yakni Sumatera Selatan (Sumsel), Riau, dan Sumatera Utara (Sumut), bersedia membantu pasokan oksigen untuk Sumbar.

"Tadi saya sudah komunikasi dengan gubernur se-Sumatera secara virtual. Dan alhamdulillah Provinsi Riau, Sumsel, dan Sumut akan memberikan bantuan untuk Sumbar," ucap Mahyeldi.

"Bahkan Sumsel bisa memberikan berapa pun yang diperlukan, tinggal kita lagi yang menjemput. Tadi sudah saya minta langsung dinas terkait, seperti perdagangan, perhubungan, dan BPBD untuk memfasilitasi ini," sambung Mahyeldi.

Gubernur menyampaikan terima kasih atas bantuan dari provinsi tetangga tersebut. Bantuan itu diyakini menyelamatkan ribuan jiwa pasien COVID-19 di Sumbar yang tersebar di 19 kabupaten/kota.

(aud/aud)