Biden Bicara 'Jakarta Tenggelam', Anak Buah Anies Diminta Tak 'Wait And See'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 15:05 WIB
Ruas-ruas jalanan Kota Jakarta tampak lengang dari hiruk-pikuk berbagai kendaraan. Pasalnya saat ini Jakarta tengah memberlakukan PPKM Darurat guna tekan kasus COVID-19 di Ibu Kota.
Ilustrasi Kota Jakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara tentang potensi Jakarta tenggelam 10 tahun lagi. Anggota DPRD DKI Riano Ahmad meminta anak buah Gubernur Anies Baswedan melakukan action menghadapi perubahan iklim.

Anggota Komisi D itu menilai pernyataan Presiden Biden itu sudah berdasarkan data. Dia meminta laporan dari Biden itu dijadikan peringatan.

"Itu suatu peringatan, atensi, yang harus kita laksanakan. Beberapa waktu lalu kan Pak Anies melakukan kampanye perubahan iklim. Itu kan suatu bagian antisipasi bagaimana khususnya Jakarta menghadapi hal-hal perubahan iklim penurunan air tanah," kata Riano kepada wartawan, Jumat (30/7/2021).

Menurutnya, menghadapi perubahan iklim juga harus ada peran masyarakat. Riano berharap kampanye perubahan iklim yang dilakukan Anies juga bukan sebagai 'pemanis'.

"Saya harap pemda-Gubernur maksimalkan bagaimana kampanye perubahan iklim ini bisa berdampak positif, tidak lagi cuma sebagai pemanis mulut atau pemanis lidah saja. Bagaimana Gubernur sudah memberikan statement di dunia internasional. Kita juga harus memacu SKPD dan masyarakat bersama menghadapi bagaimana antisipasi perubahan iklim," kata Riano.

Riano minta anak buah Anies segera melakukan aksi, tidak sekadar menunggu. Menurutnya, perubahan iklim harus segera ada pencegahan berkelanjutan.

"Apa yang disampaikan Presiden AS pasti bukan tanpa dasar. Dinas terkait harus mengambil langkah. Jangan Gubernur sudah melakukan action tapi dinasnya masih wait and see, berarti kan belum siap. Saya harap SKPD lari kencang menghadapi perubahan iklim ini," kata Riano.

Sebelumnya, pernyataan soal Indonesia itu disampaikan Biden saat mengunjungi kantor Direktur Intelijen Nasional. Dikutip dari situs resmi White House, Jumat (30/7/2021), pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya di depan para pemimpin badan intelijen di AS.

Joe Biden menyebut kini permukaan air laut terus meningkat. Dia mengungkapkan, ke depannya, akan banyak orang bermigrasi dan memperebutkan tanah yang subur. Biden mencontohkan Afrika Utara.

Biden lalu menyinggung Indonesia. Menurutnya, jika apa yang diproyeksikan benar, dalam 10 tahun ke depan Indonesia harus memindahkan ibu kota karena akan tenggelam.

"Tapi apa yang terjadi--apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?" kata dia.

"Itu penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan lingkungan," imbuh Biden.

(idn/imk)