Disinggung Presiden AS, Sampai Mana Proses Pindah Ibu Kota RI?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 14:59 WIB
Desain Istana Negara di Ibu Kota Baru
Desain Ibu Kota Baru (Dok. Tangkapan Layar Facebook PUPR)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut Indonesia harus memindahkan ibu kotanya karena Jakarta akan tenggelam. Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur saat ini masih dilakukan. Lantas, sejauh mana perkembangannya saat ini?

Seperti diketahui, pemerintah telah menargetkan kawasan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Dalam data perencanaan pembangunan IKN dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), total lahan kawasan ibu kota baru seluas 256.142,74 hektare. Sedangkan kawasan intinya akan dibangun di atas lahan seluas 56.189,87 hektare.

Sejumlah hal tengah disiapkan pemerintah soal proses pemindahan ibu kota baru ini. Berikut ini perkembangannya sejauh ini.

Menghitung Populasi

Rencananya operasional tahap awal ibu kota baru ini ditargetkan pada 2024 dengan daya tampung 38 ribu orang. Saat ini masih diperhitungkan perkiraan jumlah populasi yang menempati ibu kota baru.

"Data ini masih sementara, dan saat ini terus diperhitungkan berapa kira-kira populasi yang akan dikejar ada di 2024, dan target ini cukup ofensif, walaupun kami masih terus menghitung," kata Direktur Bina Penataan Bangunan (BPB) Cipta Karya, Boby Ali Azhari, dalam seminar bertajuk 'Kota Baru IKN: Menakar Risiko Pembangunan?' secara virtual, Kamis (17/6/2021).

Penghitungan populasi ini juga akan mempengaruhi berapa jumlah hunian dan fasilitas yang akan dibangun di ibu kota baru.

Menghitung Jumlah Hunian

Pemerintah menargetkan bisa menyediakan 12 ribu hunian dengan target total lahan perumahan seluas 101 hektare. Jumlah hunian yang akan disediakan ini juga bergantung pada jumlah populasi.

"Jumlah tower, apartemen, atau hunian yang akan dibangun di IKN masih terus diperhitungkan. Kemudian total fasilitas juga menjadi catatan penting kita di IKN ini," tutur Direktur Bina Penataan Bangunan (BPB) Cipta Karya Boby Ali Azhari dalam seminar bertajuk 'Kota Baru IKN: Menakar Risiko Pembangunan?' secara virtual, Kamis (17/6).

Lihat juga video 'Biden Bicara Disinformasi Covid-19 di Medsos: Mereka Membunuh Orang!':

[Gambas:Video 20detik]