Jamin Aman, Airlangga: Warga Tak Perlu Ragu atau Khawatir Vaksin

Angga Laraspati - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 14:18 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat tidak khawatir dengan jenis vaksin COVID-19 yang tersedia di Tanah Air. Ia menyebut pemerintah memastikan keamanan (safety), mutu (quality), dan khasiat (efficacy) untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh.

"Vaksin yang disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM dan rekomendasi dari ITAGI, WHO, dan para ahli. Warga tidak perlu ada ragu atau khawatir untuk menerima vaksin," jelas Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Lebih lanjut, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengingatkan vaksinasi hanyalah salah satu strategi pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19, sebab vaksinasi dan kedisiplinan masyarakat harus berjalan beriringan.

"Pemerintah akan terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment)," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Guru Besar FKM UI, Hasbullah Thabrany mengatakan sampai saat ini belum ada penelitian jenis vaksin COVID-19 yang mampu meningkatkan antibodi lebih dari 12 bulan. Menurutnya, vaksin baru dikembangkan mulai Januari, sehingga bisa jadi efektivitasnya hanya 6 sampai 12 bulan.

"Dan saya kira belum ada vaksin yang bisa efektif tingkatkan antibodi lebih dari 12 bulan. Karena ini virus baru, dan vaksin COVID-19 tidak bisa disamakan dengan vaksin TBC yang diberikan 3 kali suntikan untuk seumur hidup," jelasnya.

Lebih lanjut, Hasbulah mengatakan vaksin terbaik adalah vaksin yang sudah disediakan pemerintah baik gratis maupun berbayar.

"Jadi masyarakat ini tidak perlu menunda-nunda menunggu vaksin tertentu. Kalau vaksin Sinovac hanya bertahan 6 bulan, berarti masyarakat bisa terhindar dari COVID-19 selama 6 bulan kedepan. Ini yang harus ditekankan kepada masyarakat," tuturnya.

Sebagai informasi, pemerintah kembali menerima vaksin COVID-19 Sinovac sebanyak 21,2 juta dosis dalam bentuk bulk pada Selasa (27/7) lalu. Kedatangan vaksin ini memastikan kesediaan stok vaksinasi sampai akhir tahun ini dalam mencapai target herd immunity.

(prf/ega)