Dalih Amal Kontraktor Sumbang Masjid Ratusan Juta Lewat Nurdin Abdullah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 11:15 WIB
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah saat menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah saat menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Kontraktor Thiawudy Wikarso dan Petrus Yalim terungkap menyumbang total Rp 200 juta ke masjid atas permintaan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah di kawasan Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros. Kontraktor Petrus mengklaim uang masjid itu untuk amal semata.

Hal itu terungkap dalam sidang terdakwa Nurdin Abdullah di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (29/7/2021). Awalnya, ketua majelis hakim Ibrahim Palino mempersoalkan perkenalan Petrus dengan Nurdin Abdullah saat masih jadi Bupati Bantaeng pada 2009.

"Apakah ada ceceran sedikit bahwa saya berkenalan dengan beliau (Nurdin Abdullah) karena ada sesuatu tebersit dalam hati dan pikiran Saudara kaitannya dengan pekerjaan Saudara, baik yang sudah dilakukan maupun mungkin harapan harapan ke depan, jujur ya," tanya hakim di persidangan.

Petrus berusaha menjelaskan itu tak ada kaitannya. Namun Ibrahim langsung menyelanya.

"Bukan itu, saya kan hanya tanya, yang namanya harapan, saya kenal dengan Bapak, mungkin ada tebersit dalam hati nurani saya sebagai seorang kontraktor setidak-tidaknya mungkin ada kaitannya dengan pekerjaan Saudara," tanya Ibrahim lagi.

Terus-menerus dicecar membuat Petrus mengakui dia berkenalan dengan Nurdin semasa jadi Bupati Bantaeng karena ada juga harapan pekerjaan di kemudian hari dari Nurdin.

"Ya jujurnya mungkin ada, Pak," jawab Petrus di persidangan.

Setelah muncul pengakuan Petrus tersebut, Ibrahim Palino kemudian mempertanyakan niat Petrus memberi sumbangan masjid untuk Nurdin.

"Kalau kami muslim, itu betul-betul lillahi ta'ala, kalau kami muslim ya. Agama lain seperti itu juga. Apakah itu murni betul lillahi ta'ala atau ada terkait harapan-harapan Saudara," tanya Ibrahim Palino kepada Petrus persidangan.

Petrus kemudian mengklaim sumbangan masjid itu murni karena untuk amal semata. Sebab, dia mengaku juga pernah menyumbang pembangunan masjid dan gereja di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

"Kalau saya mungkin (tujuannya) amalnya Pak, amal saja, Pak," jawab Petrus di persidangan.

Jaksa KPK Anggap Sumbangan Masjid untuk Kepentingan Nurdin Abdullah

Terkait fakta persidangan, jaksa KPK Andri Lesmana mengungkap uang tersebut pada dasarnya dari pribadi kedua kontraktor, bukan dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan.

"Kalau kita melihat fakta tadi, kan sebenarnya itu pemberian pribadi, bukan istilahnya CSR," ucap jaksa Andri Lesmana saat ditemui wartawan seusai persidangan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.