Kemenpora Ungkap Kronologi Siswi Mamasa Gagal Jadi Paskibraka Gegara COVID

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 10:28 WIB
Asrorun Niam Sholeh
Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) angkat bicara mengenai remaja putri asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), bernama Kristina (16) yang gagal menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang setelah dinyatakan positif COVID-19.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh menjelaskan penetapan calon Paskibraka nasional (capasnas) wakil provinsi menjadi kewenangan penuh provinsi, termasuk penggantiannya.

"Penggantian capasnas putri dari Sulawesi Barat atas nama Kristina kepada Anggie Fricilia Tamuntuan dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Barat dengan pertimbangan hasil swab test PCR Kristina positif COVID. Pemeriksaan dilakukan oleh Balai POM Mamuju dengan hasil positif. Syarat swab test PCR bagi Paskibraka memang diberlakukan semata untuk kebaikan bersama," kata Ni'am melalui keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Ni'am menjelaskan, sesuai dengan Permenpora Nomor 14 Tahun 2017, seleksi dan rekrutmen calon Paskibraka nasional sepenuhnya diserahkan dan dilakukan oleh provinsi. Melalui rekrutmen dan seleksi tingkat Provinsi, 1 putra dan 1 putri terbaik sebagai utusan provinsi yang direkrut dan dikirim untuk menjadi Paskibraka tingkat nasional.

"Kemenpora menerima nama peserta yang sudah ditetapkan oleh provinsi untuk dilaksanakan diklat, termasuk penentuan pengganti jika yang utama berhalangan untuk berangkat," ujarnya.

Ni'am mengungkapkan, sesuai jadwal, kedatangan peserta diklat Paskibraka dari provinsi ke Jakarta adalah 25 Juli 2021. Sebelum berangkat ke Jakarta, seluruh peserta menjalani tes swab PCR sebagai salah satu upaya preventif untuk mendeteksi paparan COVID-19 dan syarat dalam perjalanan, sebagaimana diatur dalam SE Kemenhub No 53 tahun 2021 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menhub No 45 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi COVID-19.

Ni'am mengatakan Kemenpora juga telah meminta klarifikasi dan mencari informasi yang utuh kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Barat setelah menerima pengaduan melalui surat terbuka dari Melkisedek Takatio, yang disebut sebagai kakak Kristina. Klarifikasi tersebut dilakukan agar jelas duduk masalah dari kasus tersebut.

"Berdasarkan keterangan Kadispora, penggantian dilakukan karena didasarkan pada hasil tes swab PCR yang menyatakan positif dan digantikan dari kabupaten yang sama, bahkan sekolah yang sama; dari Kristina ke Anggie Fricilia Tamuntuan, sama-sama dari SMAN I Mamasa," kata Ni'am.

Ni'am menjelaskan kronologi proses keberangkatan capasnas dari Sulbar ke Jakarta. Simak di halaman berikutnya.

Tonton juga Video: Suka Duka Paskibraka 2020, Ini Gara-gara COVID-19!

[Gambas:Video 20detik]