Wagub DKI Minta Pasien Corona Isoman di Rumah Pindah ke Fasilitas Pemprov

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 18:53 WIB
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan ratusan tempat isolasi terkendali bagi warga yang terpapar virus Corona. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berharap warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah bisa pindah ke fasilitas isolasi terkendali yang disiapkan Pemprov DKI.

"Tentu kami mendorong mereka kalau mau lebih aman, apalagi rumahnya tak memenuhi standar tidak diperbolehkan. Yang rumahnya atau tempatnya tidak terstandar, kami minta pindah ke tempat isolasi mandiri yang disediakan," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2021).

Riza menjelaskan, saat ini Pemprov DKI memiliki 184 lokasi isolasi terkendali dengan total kapasitas 26 ribu pasien. Namun kondisinya saat ini masih sepi karena banyak warga terpapar virus Corona memilih isolasi mandiri di rumah.

Faktor lain yang menyebabkan sepi karena ada penurunan jumlah pasien menjalani isolasi terkendali di lokasi yang disiapkan pemerintah.

"Jumlah lokasinya ada 184 yang disiapkan. Sesuai dengan Kepgub 891 Tahun 2021 dengan kapasitas 26.134. Namun masih banyak tersisa belum terisi. Masyarakat banyak yang menggunakan rumah masing-masing atau tempat masing-masing sebagai tempat isolasi mandiri, bukan di tempat-tempat yang kami siapkan," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan saat ini pandemi di Jakarta mulai menjauh dari kegentingan. Anies awalnya membeberkan soal data kasus aktif Corona di Jakarta yang berangsur turun.

"Angka kasus aktif Jakarta terus berkurang, bila sebelumnya kita sempat capai angka lebih dari 100 ribu, bahkan 16 Juli 2021 ada 113 ribu kasus aktif, dan kemarin kasus aktif kita sudah turun di angka 64 ribu," kata Anies dalam video di YouTube Pemprov DKI, Senin (26/7).

Anies menerangkan turunnya kasus aktif ini selaras dengan penurunan angka positivity rate dan pemakaman dengan protap COVID. Eks Mendikbud itu mengatakan positivity rate dari 45 persen kini turun jadi 25 persen.

"Pemakaman protap COVID-19 yang pernah mencapai lebih dari 350 pemakaman per hari, kini sudah turun di bawah 200 per hari," jelasnya.

Anies juga menuturkan turun langsung ke lapangan untuk mengecek rumah sakit hingga puskesmas. Dia menjelaskan, IGD di rumah sakit sudah menunjukkan kelonggaran.

Merujuk data dari situs corona.jakarta.go.id, penambahan kasus harian COVID-19 di Ibu Kota akhir-akhir ini mengalami penurunan. Padahal, pada 11 Juli lalu Jakarta sempat mencetak rekor tertinggi selama pandemi Corona penambahan kasus harian sebanyak 14.619.

Setelah itu, penambahan kasus Corona DKI menunjukkan tren penurunan meskipun masih fluktuatif. Misalnya, pada 18 Juli tambahan kasus positif Corona hanya 5.000 kasus. Namun, pada 23 Juli, tambahan kasus sebanyak 8.360. Berikut data tambahan kasus Corona Jakarta selama sepekan terakhir:

22 Juli 2021: 8.033 kasus
23 Juli 2021: 8.360 kasus
24 Juli 2021: 5.393 kasus
25 Juli 2021: 2.662 kasus
26 Juli 2021: 3.567 kasus
27 Juli 2021: 5.525 kasus
28 Juli 2021: 5.525 kasus

(idn/idn)