Alex Noerdin-Jimly Diperiksa Kejagung soal Korupsi Masjid Sriwijaya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 17:52 WIB
Jimly Asshiddiqie (Eva Safitri/detikcom)
Foto ilustrasi Jimly Asshiddiqie yang diperiksa Kejagung sebagai saksi. Foto diambil sebelum pandemi COVID-19. (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie. Keduanya diperiksa sebagai saksi terkait kasus dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang.

"Saksi itu terkait pemberian dana hibah wakaf untuk Masjid Sriwijaya di Palembang 2015 dan 2017," kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) Victor Antonius Saragih Sidabutar saat dihubungi, Kamis (29/7/2021).

Victor menerangkan Alex diperiksa sebagai Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2008-2018. Saat menjabat gubernur, kata Victor, Alex memproses bahkan menyetujui dana hibah kepada yayasan wakaf Masjid Sriwijaya.

"Ya tentunya dia sebagai gubernur pada masa itu yang memproses dan menyetujui pemberian hibah untuk yayasan wakaf Masjid Sriwijaya," ungkapnya.

Alex Noerdin (Raja-detik)Alex Noerdin, foto diambil sebelum pandemi COVID-19. (Raja/detikcom)

Sementara itu, Jimly Asshidiqie diperiksa sebagai pembina yayasan wakaf Sriwijaya. Diketahui, yayasan wakaf Masjid Sriwijaya adalah penerima dana hibah itu.

"Dia kedudukannya sebagai pembina yayasan yang dimaksud, yayasan wakaf Sriwijaya yang menerima bantuan hibah itu," ucapnya.

Diketahui dalam kasus ini, Alex Noerdin, disebut menerima aliran dana Rp 2,4 miliar terkait proyek pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang. Hal itu disampaikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) saat sidang di Pengadilan Negeri Palembang.

Dilansir dari Antara, Rabu (28/7), hal ini terungkap saat jaksa penuntut umum (JPU) M Naimullah membacakan dakwaan terhadap empat terdakwa korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, yakni Eddy Hermanto, Syarifuddin, Yudi Arminto, dan Dwi Kridayani.

Lihat juga video 'Saat Jaksa Tuntut Eks Mensos Juliari 11 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, soal bukti pengaturan proses lelang: