Siswi Mamasa Gagal Jadi Paskibraka Gegara COVID, Ramai Dibahas Kejanggalan

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 16:43 WIB
Siswi asal Mamasa bernama Cristina gagal menjadi anggota Paskibraka setelah dinyatakan positif COVID-19. Keluarga merasa ada kejanggalan. (Abdy Febriady/detikcom)
Siswi asal Mamasa bernama Cristina gagal menjadi anggota Paskibraka setelah dinyatakan positif COVID-19. Keluarga merasa ada kejanggalan. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Remaja putri asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), bernama Cristina (16) harus memupus harapan menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang. Dia gagal setelah dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR).

Pihak keluarga menilai ada kejanggalan dari batalnya Cristina menjadi calon anggota Paskibraka. Mereka bingung karena Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar tidak memberikan penanganan sesuai protokol kesehatan setelah Cristina dinyatakan positif COVID-19.

"Kalau kami dari pihak keluarga yang paling janggal bagi kami, karena pada saat anak kami dinyatakan Corona, baru pihak Dispora tidak pernah bekerja sama dengan satgas untuk menangani anak kami," ujar paman Cristina, Habel, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (29/7/2021).

Habel mengungkapkan kejanggalan lain. Dia mengatakan Cristina dalam kondisi baik-baik saja sebelum dinyatakan positif COVID-19 pada Sabtu (24/7).

Tes Ulang Swab Negatif COVID-19

Keluarga pun membawa Cristina untuk menjalani swab test pada Senin (26/7). Berdasarkan hasil yang keluar pada Selasa (27/7), Cristina dinyatakan negatif COVID-19.

Pihak keluarga heran karena ada perbedaan hasil tes swab yang hanya berselang sehari setelah dinyatakan positif COVID-19.

"Kami berinisiatif untuk membawa anak kami dalam rangka pemeriksaan ulang (swab) dan kami sudah memeriksakan, ternyata si anak kami negatif Corona, jauh beda dengan hasil pemeriksaan sebelumnya," beber Habel.

Kendati gagalnya Cristina menjadi calon anggota Paskibraka Nasional dinilai sarat kejanggalan, Habel enggan menyebut hal tersebut akibat unsur kesengajaan.

"Ai, tidak berani menuduh, silakan waktu yang menjawab semuanya, biarlah kita percayakan kalau Tuhan akan menyertai perjuangan ini," katanya.

Habel hari ini juga mendatangi kantor Dispora Sulbar untuk mempertanyakan kejelasan pembatalan Cristina menjadi salah satu calon anggota Paskibraka Nasional.

Cristina Syok

Akibat persoalan yang telah viral di media sosial ini, lanjut kata Habel, kondisi Cristina menjadi tidak stabil. Cristina masih menenangkan diri di rumah kerabatnya.

"Cristina sementara dalam pengamanan keluarga, karena ananda Cristina masih syok dengan kejadian ini. Sementara kami bersepakat untuk tidak mempertemukan Cristina dengan siapapun, karena kondisinya sedang kurang memungkinkan," imbuh Habel.

Batalnya Cristina sebagai calon Paskibraka Nasional mewakili Sulbar mengundang polemik di masyarakat. Apalagi pihak Dispora Sulbar mengirim calon pengganti dan dinilai tidak sesuai dengan surat keputusan yang telah ditetapkan.

Pengganti Tak Sesuai SK

Berdasarkan surat berita acara hasil keputusan tim seleksi paskibraka tingkat nasional Provinsi Sulbar tahun 2021, yang berhak menggantikan Cristina bernama Nuraliyah asal Kabupaten Pasangkayu. Namun pihak Dispora Sulbar, mengutus calon lain bernama Anggi Pricilia Tamuntuan dari Kabupaten Mamasa.

Dugaan kejanggalan ini juga ramai dibahas di media sosial (medsos). Banyak yang menyoroti soal status positif COVID-19 Cristina hingga sosok penggantinya. Pihak Dispora Sulbar angkat bicara.

"Sebenarnya dari seleksi kemarin Pasangkayu, tetapi dilihat dari ritme waktu yang begitu tidak mungkin, karena pemberangkatan kan panjang prosesnya, tidak hanya langsung kan, tetapi juga diperiksa apa semuanya, saya kira Pasangkayu mengerti, hasil komunikasi Kabid saya dengan Pasangkayu mengerti itu kondisi," beber Kepala Dispora Sulbar, Muhammad Hamzih.

Hamzih mengaku pihaknya telah berupaya meminta tenggang waktu untuk memulihkan kondisi Cristina agar tetap dapat diberangkatkan ke Jakarta sebagai salah satu calon anggota Paskibraka Nasional.

"Saya sudah berkeras dengan Jakarta lewat Kabid. Sampaikan bahwa, agar diberi kesempatan kepada kami, dengan harapan, agar anak yang bersangkutan (Cristina) bisa dites ulang agar negatif," ujar Hamzih.

Sayangnya, menurut Hamzih, batas waktu yang diberikan pihak Jakarta untuk mempersiapkan calon anggota Paskibraka dari Sulbar sangat terbatas.

"Jadi apa namanya, tidak bisa, dia hanya beri waktu sampai hari Senin, sementara kan prosesnya kan panjang itu kalau kita mau swab lagi, didata, mana semua dan sebagainya persiapan untuk penggantinya, itu kan sulit, maka kita mengambil jalan kedua memberangkatkan cadangan berikutnya," kata Hamzih.

Simak juga 'Tolong! Siswa di Sulbar Bergelantung di Tali Jembatan Demi ke Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)