Megawati Cerita Turun ke Lapangan-Nginap di Kapal Perang Saat Jadi Wapres

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 15:36 WIB
Jakarta -

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menuturkan pengalamannya saat menjadi wakil presiden. Megawati mengaku menjadi wakil presiden yang pergi ke lapangan hingga menginap di kapal perang.

Hal itu disampaikan Megawati dalam pidatonya di Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (Rakorbangnas) BMKG 2021 yang disiarkan di YouTube BMKG, Kamis (29/7/2021).

Megawati mulanya menceritakan perihal perjuangannya saat ditugasi Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk menangani bencana alam. Dia pun mengaku berterima kasih atas pengalaman tersebut.

"Saya pada waktu itu boleh mengatakan diri saya, saya merasa sangat berterima kasih diberi penugasan itu. Kepala saya sudah jadi kaki karena saya harus segera membentuk BMKG, BNPB. Tetapi, di lain soal, saya harus ke lapangan," kata Megawati.

Megawati kemudian mengaku bangga menjadi wakil presiden yang langsung turun ke lapangan saat itu. Bahkan dia pernah menginap 10 hari di kapal perang.

"Saya benar-benar wakil presiden yang waktu itu pergi ke lapangannya sampai mungkin sekarang merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya. Saya menginap di kapal perang. Saya tadinya bingung seperti apa isi kapal perang kita itu. Hampir sampai 10 harian," ungkap dia.

Megawati Sebut Daerah Lamban Tangani Bencana

Dalam kesempatan itu, Megawati juga berbicara mengenai penanganan bencana alam di daerah. Menurutnya, penanganan bencana alam di daerah sangat lamban.

"Saya sangat melihat sampai hari ini, mohon maaf, daerah itu sangat lamban sekali. Karena mungkin masih dalam pola pikir bahwa, 'Ah, bencana itu tidak terlalu terjadi setiap hari, jadi tidak ada rutinnya'. Padahal sekali kejadian, korban manusia, pasti terjadi korban dan lain sebagainya," kata Megawati.

Megawati pun meminta daerah mengalokasikan dana untuk bencana alam. Dia kemudian bercerita pengalamannya dulu yang melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum bencana melanda.

"Oleh sebab itu, daerah itu mau tidak mau atau memang tidak ada, harus ada alokasi dana untuk bencana. Tidak bisa lagi menunggu, satu. Kedua, namanya Bulog dulu saya mengatakan kepada Bulog di mana daerah-daerah, jadi ini pun harus harus dilihat, di peta setiap daerah masing-masing di manakah kemungkinan akan terjadi bencana, bencana alam termasuk," tutur dia.

"Jadi saya kalau lihat Palu, lihat NTT, itu sangat kurang kesigapannya, kesiapannya. Saya ini sudah pengalaman sampai ketika tsunami Aceh dan lain sebagainya meskipun saya sudah tidak jadi lagi presiden, saya saya juga ikut menangani," imbuh Megawati.

(mae/imk)