Kasus Ancam Parang ke Santri Tahfiz Damai, Legislator Pangkep Jual Rumah

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 12:18 WIB
Anggota DPRD Pangkep, Amiruddin (Ibnu Munsir/detikcom)
Anggota DPRD Pangkep, Amiruddin (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Anggota DPRD Pangkep Amiruddin berniat menjual rumahnya yang berdampingan dengan Rumah Tahfiz Nurul Jihad di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia beralasan hendak menjual rumahnya itu lantaran tidak berdomisili di Makassar dan rumah itu jarang ditanggali.

"Iya betul, saya memang mau jual rumah saya di situ karena domisili saya lebih banyak di Pangkep, jadi saya musyawarah dengan keluarga," kata Amiruddin saat berbincang dengan detikcom, Kamis (29/7/2021).

Dia mengatakan rumah yang berdampingan dengan rumah tahfiz itu jarang dia tempati. Anggota DPRD Pangkep menyebut dia membeli rumah ini dari salah seorang kenalannya pada 2003 saat masih menjadi Sekretaris Camat Labbakkang, Pangkep.

"Karena saya dulu pegawai negeri dan ada sedikit uang dulu, kebetulan itu rumah waktu saya Sekcam di Labbakkang ada staf saya punya itu rumah. Kebetulan rumahnya itu dia mau jual, minta tolong karena butuh dana," ungkapnya.

Setelah membelinya pada 2003, Amiruddin mengaku memang jarang menempati rumah itu lantaran domisili aslinya di Pangkep, yang berjarak hampir dua jam perjalanan dengan kendaraan. Menurutnya, dia secara bertahap memperbaiki rumah itu.

"Saya perbaiki karena kalau saya kunjungan kerja, karena saya sudah tua, tidak mungkin saya start dari Pangkep ke Bulukumba secara langsung, sehingga saya perbaiki. Jadi kalau saya kunjungan kerja ke atas, di situ saya istirahat dulu, baru lanjutkan (perjalanan) dan pulang saya istirahat lagi," terangnya.

"Tidak ada apa-apa di dalam, bahkan dulu habis tahun baru itu saya tinggalkan ke Labakkang, eh dibobol. Tidak apa-apa di situ," imbuhnya.

Namun Haji Amiruddin enggan menanggapi soal alasan sebenarnya menjual rumah itu akibat berselisih dengan Rumah Tahfiz Nurul Jihad. "Ini kan sudah selesai," ujar dia.

Dia juga menyebut pertemuannya dengan warga berjalan dengan baik pada Rabu (28/7). Dirinya mengaku telah bertemu dengan warga pada pertemuan itu dan meminta maaf atas kejadian ini.

"Jadi terkait pertemuan ini dan permohonan maaf, saya tidak terlalu berpanjang lebar. Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas yang dilakukan atau apa yang diperbuat oleh kami bersama keluarga kami. Melalui kesempatan berbahagia ini saya memohon maaf sebesar besarnya," ujarnya.

"Saya informasikan kepada kepada Bapak-Ibu sekalian bahwa tempat saya atau pondok saya, saya mau jual. Mudah-mudahan ada di antara kita yang ini yang cocok dengan saya, silakan hubungi saya. Saya minta pamit walaupun saya bukan penduduk di sini," kata Haji Amiruddin pada pertemuan itu.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat Video: Tembok Rumah Tahfiz di Sulsel Dibongkar, Camat: Masuk ke Dalam Fasum

[Gambas:Video 20detik]