Pengacara Sesalkan Foto Herlin Kenza Tersangka Disebar, Polisi: Sesuai SOP!

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 11:54 WIB
Selebgram Herlin Kenza saat diamankan polisi terkait kerumunan di Lhokseumawe Aceh (dok Istimewa)
Selebgram Herlin Kenza jadi tersangka kerumunan di Lhokseumawe Aceh. (Dok. Istimewa)
Banda Aceh -

Kuasa hukum selebgram Herlin Kenza menyesalkan penyebaran foto kliennya memegang papan tersangka polisi. Polda Aceh menyebut tidak ada yang salah dengan foto itu.

"Itu sudah sesuai SOP kita," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (29/7/2021).

Winardy menjelaskan, dalam foto yang disebar, polisi telah menutup mata tersangka. Selain itu, nama tersangka yang ditulis di papan tersebut ditutup untuk mengaburkan identitas tersangka.

"Kita setiap rilis berita selalu mengaburkan foto dan hanya inisial. Dan sudah banyak yang kita rilis tersangka lainnya dan tidak ada masalah karena sesuai SOP-nya," jelas Winardy.

Pengacara Herlin, Razman Arif Nasution, sebelumnya menyesalkan beredarnya foto Herlin memegang papan tersangka di media sosial. Menurutnya, foto itu terkesan Herlin sudah menjadi terpidana.

"Karena kesan yang ditangkap oleh masyarakat bahwa dengan membuat plang atau papan difoto itu menjadi keanehan tersendiri karena di mana-mana itu tidak penting dilakukan," jelas Razman dalam video yang diunggah Herlin, Rabu (28/7).

"Hal itu menurut saya berlebihan dan tidak perlu dilakukan ke depannya. Dan oleh karena sudah beredar di masyarakat, di media sosial, saya sampaikan bahwa apa pun yang terjadi terhadap klien saya ini statusnya masih tersangka, masih praduga tak bersalah, masih wajib disetarakan kedudukannya dengan masyarakat yang lain," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan selebgram Herlin Kenza sebagai tersangka dalam kasus kerumunan saat mempromosikan toko di Lhokseumawe, Aceh. Meski berstatus tersangka, polisi tidak menahan Herlin.

"Gak ditahan karena ancaman hukuman cuma satu tahun," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi, Senin (26/7).

Menurutnya, penetapan tersangka keduanya dilakukan setelah penyidik Polres Lhokseumawe memeriksa delapan saksi. Mereka yang diperiksa, termasuk ahli dari Satgas Penanganan COVID-19, pihak Dinas Kesehatan hingga lainnya.

"Sudah ditetapkan tersangkanya. Itu berdasarkan pemeriksaan, baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, termasuk satu ahli hukum pidana," ujar Winardy.

Tonton juga Video: Polisi Periksa Panitia Kerumunan Hajatan di Tasikmalaya

[Gambas:Video 20detik]

(agse/idh)