WHO: Pembatasan Ketat di Indonesia Perlu Dilanjutkan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 10:23 WIB
Sebuah mobil ambulans melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta.
PPKM level 4 di Jakarta (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar pembatasan ketat di Indonesia dilanjutkan demi membendung lonjakan penularan kasus Corona. Pasalnya, penularan yang sangat tinggi masih terjadi.

Imbauan WHO soal pembatasan ini tertuang dalam Situation Report-65 yang dirilis oleh WHO pada Kamis (29/7/2021). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Ini merupakan laporan per 28 Juli 2021.

WHO mengimbau agar warga tetap dibiasakan menaati protokol kesehatan yang ketat. Pembatasan perlu dipercepat juga.

"Upaya menekan penularan lewat implementasi ketat pembatasan sosial dan penanganan kesehatan masyarakat (public health and social measure-PHSM) perlu dilanjutkan dan dipercepat. Sangat penting bagi masyarakat untuk terus berlatih menjaga jarak fisik, mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari keramaian, tertutup dan pengaturan kontak dekat, dan memastikan ventilasi yang baik untuk membatasi penyebaran COVID-19 lebih lanjut," demikian saran WHO.

Saran ini berangkat dari data kasus mingguan Corona di tujuh provinsi. Tingkat penularan sangat tinggi terjadi per 100 ribu penduduk.

"Dari 19 hingga 25 Juli, tingkat penularan komunitas tertinggi (CT4) diamati di tujuh provinsi, berbeda dengan enam di minggu sebelumnya; tingkat penularan yang sangat tinggi per 100 ribu penduduk dilaporkan di DKI Jakarta (688,6), DI Yogyakarta (362,9), Kalimantan Timur (248,9), Kalimantan Utara (213,3), Kepulauan Riau (208.1), Papua Barat (198,1) dan Kepulauan Bangka Belitung (178,0)," tulis WHO dalam laporannya.

Lihat juga Video: Kemenkes: Kasus Kematian COVID-19 Naik 36%, Jadi Bahan Evaluasi

[Gambas:Video 20detik]