Bahas Penanganan COVID, Rumdin Ganjar Didatangi 6 Organisasi Mahasiswa

Khoirul Anam - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 09:52 WIB
Ganjar Didatangi Mahasiswa: Mereka Ada Ide Gerakan Jateng Ayo Bangkit!
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Sejumlah aktivis mahasiswa dari enam organisasi pergerakan di Jateng menggeruduk rumah dinas (Rumdin) Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Kota Semarang, Rabu (28/7) malam. Mereka datang untuk berembuk dengan Ganjar soal keterlibatan mahasiswa dalam penanganan COVID-19 di masyarakat.

Mereka yang hadir itu tergabung dalam 6 organisasi yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

"Saya kedatangan tamu, kawan-kawan mahasiswa dari kelompok Cipayung Jateng. Mereka ini punya ide membuat Gerakan Jateng Ayo Bangkit. Intinya, mereka ingin berkontribusi membantu pemerintah dalam penanganan COVID-19," kata Ganjar dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

Ganjar menerangkan ada banyak ide dan gagasan dari teman-teman mahasiswa yang hadir ke rumah dinasnya itu. Menurutnya, kontribusi yang diusulkan juga konkret, misalnya mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang berhak, membuat konsultasi di bidang kesehatan atau telemedicine, berkontribusi pada bidang pendidikan, dan lainnya.

"Ada juga yang tergerak untuk mendata UMKM terdampak, penyintas COVID dan diajak jadi donor plasma konvalesen dan lainnya. Mereka bisa masuk ke persoalan-persoalan itu dan ingin membantu menyelesaikan. Saya rasa ini gerakan yang sangat bagus, karena ini kuliah kerja yang sangat nyata," tegasnya.

Diketahui, Ganjar tengah getol mengajak semua elemen masyarakat termasuk mahasiswa untuk bersatu melawan pandemi. Caranya adalah berkontribusi dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki masing-masing.

"Dan mahasiswa Jateng, khususnya kelompok Cipayung ini, tergerak. Mereka punya ide dengan model gerakan yang berbeda. Sangat berbeda. Saya apresiasi karena mereka mau terjun ke lapangan secara langsung. Saya angkat dua jempol untuk mereka," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Cipayung Jateng Badrun Nuri mengatakan kedatangan mereka ke rumah dinas gubernur untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan beberapa hal terkait COVID-19. Mereka sepakat untuk bergerak bersama dan berkolaborasi bersama untuk memutus mata rantai COVID-19 di Jateng.

"Sebagai mahasiswa, gerakan ini penting karena potensi mahasiswa banyak sekali. Jumlahnya juga banyak. Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi sangat banyak. Jadi kalau semuanya bergerak, maka hasilnya akan sangat positif," katanya.

Lebih lanjut, Ketua Ketua Umum DPD IMM Jateng ini menerangkan, mahasiswa sebagai generasi terdidik sangat penting berperan dalam penanganan pandemi. Dengan keilmuan yang dimiliki, kata dia, mahasiswa pasti bisa melakukan aksi nyata.

"Apalagi kita masih sangat muda, maka penting sekali menyumbangkan gagasan dan tenaganya demi menyelesaikan problem kebangsaan pada saat ini," jelasnya.

Banyak ide dan rencana aksi dari Kelompok Cipayung untuk membantu penanganan COVID-19 di Jateng. Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY Sahal Munir menerangkan, dari diskusi tersebut, mahasiswa dapat bergerak dalam beberapa sektor dalam penanganan COVID-19.

"Banyak yang kita usulkan untuk dieksekusi, di antaranya menjadi relawan program pemerintah, kita buat konsultasi online berkaitan dengan kesehatan, konsentrasi membantu pendidikan, kita bantu pendataan terhadap UKM terdampak dan ada gerakan mendata penyintas COVID untuk mau diajak donor plasma yang nantinya digunakan membantu penderita COVID lainnya," ucapnya.

Para ketua organisasi mahasiswa itu sepakat bahwa mahasiswa memang dituntut kritis dengan segala kebijakan pemerintah. Akan tetapi, mahasiswa tidak boleh hanya mengkritik, mereka juga harus terlibat dalam menyelesaikan problem bangsa.

"Sebagai mahasiswa, harus kritis dengan segala kebijakan pemerintah. Tapi jangan lupa bahwa kita harus ikut andil dalam menyelesaikan problem bangsa. Sekarang problemnya adalah COVID-19. Jadi mari bersama-sama menyelesaikan," ucap Ketua DPD GMNI Jateng Hendi Adisaputra.

Simak Video: Bantu Warga Terdampak PPKM, Pemuda Semarang Dirikan Dapur Darurat

[Gambas:Video 20detik]




(akd/ega)