Stok Vaksin COVID-19 di Balikpapan Habis!

Antara - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 09:51 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi vaksin (Getty Images/iStockphoto/Alernon77)
Balikpapan -

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), kini kehabisan vaksin. Sebab, 61 vial (610 dosis) yang tersisa sudah diberikan kepada warga di puskesmas-puskesmas.

Begitu pula 30 vial (300 dosis) vaksin jatah TNI dan jatah 34 vial (340 dosis) dari Polri yang tersisa sudah dihabiskan pada vaksinasi massal pada Rabu (28/7). Termasuk juga vaksin jatah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak 30 vial (300 dosis).

"Kami sedang menunggu kiriman lagi dari pusat," kata juru bicara Satgas COVID-19 Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty, seperti dilansir Antara, Kamis (29/7/2021).

Karena memang sudah tidak ada vaksin, vaksinasi tahap kedua bagi sejumlah besar warga pun tertunda. Pihak Puskesmas Batu Ampar di Balikpapan Utara, misalnya, memasang pengumuman bahwa warga yang vaksinasi tahap keduanya pada 21, 23, 27, 28, 29, dan 31 Juli belum dapat dilakukan.

"Karena vaksinnya belum tersedia. Vaksinnya belum datang," kata seorang perawat.

Kadinkes Juliarty juga menuturkan Satgas COVID-19 Balikpapan meminjamkan 300 vial atau 3.000 dosis vaksin kepada komunitas Kill Covid untuk penyuntikan tahap kedua. Sebab, vaksin jatah kedua milik Kill Covid juga belum datang dari Jakarta.

Sebelumnya, Kill Covid sudah menyuntikkan 10 ribu dosis untuk vaksinasi tahap pertama pada akhir Juni lampau. Ketika itu, vaksinasi dari Kill Covid memperpanjang program vaksinasi massal di Balikpapan. Sama seperti sekarang, Satgas COVID-19 juga sedang kehabisan stok vaksin dan menunggu kiriman dari pusat.

Pemerintah pusat menjanjikan akan mendistribusikan dalam jumlah yang banyak pada awal Agustus 2021. Namun masih banyak juga yang menunggu untuk penyuntikan dosis kedua.

Menurut dr Juliarty, kabar yang diterimanya menyebutkan bahwa vaksin segera dipasok pada awal Agustus ini.

"Mudah-mudah cepat dan segera. Banyak yang menunggu," harap dr Juliarty.

Lihat Video: Total Vaksin COVID-19 yang Diterima RI Masih 30% dari Kebutuhan

[Gambas:Video 20detik]



(idh/jbr)