Angka Kepatuhan Terendah di Jawa-Bali: Jaga Jarak DKI, Pakai Masker Banten

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 07:38 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 memaparkan perkembangan cakupan kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak di kelurahan/desa sebelum dan setelah PPKM Darurat. Untuk menjaga jarak, DKI Jakarta menjadi daerah dengan cakupan ketidakpatuhan paling tinggi.

"Kalau jaga jarak, DKI Jakarta masih punya tantangan ternyata paling tinggi di DKI Jakarta. Kepatuhan menjaga jaraknya ini 49% kelurahan yang ada di sana masih rendah," kata Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan, Dewi Aisyah, dalam diskusi yang disiarkan BNPB pada Rabu (28/7).

"Bisa jadi karena kepadatan penduduk berpengaruh ya, terkait dengan luas wilayah kepadatan penduduk ini juga mungkin berpengaruh ke sana," imbuh dia.

Kendati demikian, Dewi menyampaikan bahwa tingkat ketidakpatuhan di DKI sebenarnya secara konsisten mengalami penurunan. Hanya saja, lanjutnya, angka ketidakpatuhan menjaga jaraknya masih paling tinggi dibanding wilayah lainnya.

"Tapi DKI Jakarta secara konsisten turun cakupan yang tidak patuh. Tetapi sebenarnya berprogres secara cakupan kelurahan semakin bertambah baik. Tapi angkanya memang paling tinggi masih di DKI Jakarta untuk kepatuhan menjaga jaraknya cukup rendah," tutur Dewi.

Berikut grafiknya:

Grafik angka kepatuhan di Indonesia (Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB)Grafik angka kepatuhan di Indonesia (Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB)

Kemudian, untuk ketidakpatuhan memakai masker di Jawa dan Bali, Dewi mengungkapkan hampir semua wilayah mengalami penurunan. Namun, peningkatan ketidakpatuhan terjadi di Banten.

"Semuanya grafiknya turun, artinya wilayah cakupan kelurahan dan desa yang tidak patuh ini artinya semakin berkurang. Berarti ini kita lihat perbaikan di sini, it works, ini jalan. Tapi ternyata ada 1 provinsi yang di pekan terakhir naik, padahal dua pekan berjalan ini sudah sempat turun bagus kemudian pekan terakhir agak sedikit naik yaitu di Provinsi Banten. Dan kalau kita lihat juga dalam menggunakan masker paling tinggi kelurahan dan desa cakupan yang tidak patuh ini di Banten sekitar 31,76% untuk wilayah Jawa dan Bali," tutur Dewi.

Sementara di Pulau Kalimantan, 2 provinsi masih mencatat tingkat kepatuhan yang rendah dalam pekan terakhir. Dua provinsi tersebut yakni Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Selanjutnya, untuk wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, ketidakpatuhan memakai masker paling banyak terjadi di Maluku Utara. Kemudian disusul, Maluku, Papua Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

"Terakhir di Pulau Sumatera, ini kita lihat justru banyak yang perannya agak-agak naik, sempet turun, kemudian naik. Di PKM darurat di Sumatera ini yang ternyata fluktuatif dan pekan terakhir semakin luas wilayah yang tidak patuhnya paling tinggi. Cakupan kerja kepatuhan terjadi di Sumatera barat 53,2 persen, kemudian ada provinsi-provinsi yang semakin luas wilayah tidak patuh yaitu di Bengkulu, Jambi, Lampung, dan Riau, Sumatera barat, dan Sumatera Utara," papar Dewi.

Berikut Grafiknya:

Grafik angka kepatuhan di Indonesia (Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB)Grafik angka kepatuhan di Indonesia (Foto: Tangkapan layar YouTube BNPB)

Lihat Video: Pola Kepatuhan Memakai Masker Selama 3 Pekan PPKM Darurat

[Gambas:Video 20detik]



(mae/rfs)