Round-Up

Sahut-menyahut Para Politikus Kala SBY Diminta Tiru Habibie oleh Luhut

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 07:05 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsat Pandjaitan (dok. KEMENKO MARVES)
Jakarta -

Pesan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar bersikap seperti BJ Habibie mendapat respons dari sejumlah politikus. Ada yang mendukung Luhut, ada juga yang tidak.

Pesan untuk SBY agar bersikap seperti Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, disampaikan Luhut saat menjadi narasumber acara Kick Andy Double Check, yang tayang pada Minggu (25/7/2021). Pesan itu terlontar saat Luhut ditanya etika junior mengkritik senior. Di militer, SBY merupakan junior Luhut.

"Saya nggak keberatan. Saya bilang sama Pak Bambang, ya oke-oke ajalah, hak-hak beliaulah. Tapi semua hanya titip saja pada pemimpin-pemimpin yang sudah selesai eranya, lebih bagus seperti Pak Habibie-lah, semua duduk manis, datang sekali mengkritik," kata Luhut seperti dikutip dari YouTube Kick Andy Show, Selasa (27/7/2021).

Luhut meminta agar tidak memandang remeh pihak yang 'berkuasa' saat ini di Indonesia. Siapa tahu, sebut Luhut, ada pihak-pihak yang lebih pintar.

"Nggak perlulah kita merasa bahwa yang berkuasa sekarang ini di bawah kita. Mungkin saja bapak A, bapak B itu lebih pintar. Tapi sekarang yang berkuasa ini ya sudah," ucap Luhut sembari menegaskan dirinya tidak dalam posisi menyerang balik SBY.

Pesan itulah yang kemudian mendapat respons dari sejumlah politikus. Ada dari PKB, Gerindra, PKS, PPP dan tentunya Partai Demokrat.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)

Kita mulai dari PKB.

Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid menegaskan bahwa SBY bukanlah Habibie. Menurutnya, SBY tidak perlu menjadi seperti Habibie.

"Pak SBY bukan Pak Habibie dan nggak perlu 'di-Habibie-kan'. Toh Pak SBY selama ini juga tetap menjaga kesantunan dalam berpolitik," ujar Jazilul kepada wartawan, Selasa (27/7).

Jazilul menyebut Luhut dan SBY harus saling mengedepankan persaudaraan, apalagi di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini. Menurutnya, kedua Jenderal purnawirawan ini saling membesarkan satu sama lain.

Wakil Ketua MPR RI meminta semua pihak tidak membesar-besarkan pernyataan Luhut. Sebab, semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Nggak usah dibikin heboh. Toh, kita semua maklum Pak SBY dan Pak Luhut, sama-sama jenderal yang memiliki segudang prestasi, meskipun beda gaya, watak dan perjalanan kariernya," sebut Jazilul.

"Namun keduanya pasti juga tidak sempurna, memiliki kekurangan dan kelebihan. Tentu agar saling menutupi kekurangan yang ada, kami berharap keduanya saling memahami keadaan masing-masing, kami yakin keduanya tiada henti berusaha untuk kemajuan bangsanya," imbuhnya.

Selain Jazilul, Waketum Partai Gerindra Fadli Zon juga menanggapi. Waketum Gerindra yang mengurusi urusan luar negeri itu terang-terangan mengkritik Luhut.

"Pak SBY mungkin melihat ada yang keliru dan berusaha memberi masukan. Wajar sekali. Harusnya ditanggapi dengan apresiasi," kata Fadli, Selasa (27/7) malam.

Fadli lantas mengungkit ketika SBY menjabat sebagai Presiden dan mendapatkan kritikan dari Megawati Soekarnoputri selaku Presiden RI ke-5. Fadli merasa heran dengan Luhut yang berpesan agar SBY seperti Habibie.

"Ketika Pak SBY presiden, Bu Mega mantan Presiden tapi masih aktif memimpin partai. Wajar juga memberi masukan bahkan kritik. Setiap orang ada style-nya sendiri," sebut Fadli.

Baca respons politikus lainnya di halaman berikutnya.