Luhut Perintahkan Percepatan 3T, Menkes Bicara Kemungkinan Kasus COVID Naik

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 21:55 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: KEMENKO MARVES)
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) terus ditingkatkan hingga minimal ke lima orang yang memiliki kontak erat dengan penderita COVID-19. Untuk mendukung upaya tersebut, Luhut memerintahkan agar keberadaan laboratorium untuk tes PCR tidak hanya di ibu kota provinsi, tapi juga terdapat di kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Vaksinasi bersama Menteri Kesehatan dan para ahli epidemiologi dari sejumlah universitas di Indonesia, seperti dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021). Luhut tidak ingin peningkatan 3T ini terkendala karena lab PCR.

"Pak Dante (Wamenkes) coba dicek dulu untuk lab PCR ini supaya jangan sampai 3T ini gagal hanya karena lab PCR-nya tidak cukup," kata Luhut.

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menjawab arahan Luhut tersebut. Dante mengupayakan lab PCR dibuka di kabupaten/kota di Jawa-Bali.

"Memang ada beberapa hal yang perlu kita evaluasi mengenai pelaksanaan testing di puskesmas. Karena PCR di puskesmas itu banyak juga memberikan pelayanan kepada yang terkonfirmasi. Sementara untuk pembukaan lab PCR untuk kabupaten/kota akan coba kita lakukan untuk wilayah Jawa-Bali dahulu," jelas Dante.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan mayoritas kasus kematian COVID-19 terjadi pada pasien yang belum divaksinasi dan umumnya masih di IGD dengan saturasi yang rendah.

"Pasien datang dengan saturasi rendah, kemudian meninggal. Itu sudah dipastikan datangnya telat. Makanya, Pak Menko, kita akan ajarin untuk mengenali saturasi ini, jadi kita bisa menghindari kematian akibat telat dibawa ke rumah sakit," ucap Budi.

Menkes Ingatkan Kemungkinan Kasus Positif Naik

Dalam kesempatan itu, Menkes mengingatkan Menko Luhut bahwa angka positif COVID-19 kemungkinan akan naik setelah upaya 3T digalakkan. Meski demikian, Menkes Budi menyatakan bahwa hal tersebut justru akan mempermudah proses penanganan pasien sejak dini dan mengurangi potensi penularan virus.

Menanggapi hal ini, Luhut mengatakan pemerintah dan semua pihak terkait harus bekerja mati-matian menurunkan angka kematian. Dia juga mengarahkan peserta rapat melihat keadaan di lingkungan masing-masing terkait pelaksanaan testing, tracing, dan treatment.

Selain itu, dia meminta Kemenkes bekerja sama dengan TNI dan Polri mengejar target vaksinasi sampai 2 juta dosis per hari.

"Dua juta ini bisa mulai dilakukan pada minggu pertama Agustus ya, kalau ada vaksinnya cukup saya harap bisa sampai 200 juta sampai dengan Desember 2021," tegas Luhut.

Lihat juga Video: Satgas COVID-19: Warga Abai 3M, Pemerintah Belum Maksimal 3T

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)