Temukan Kutu, Wali Kota Mojokerto Minta Beras Bansos Segera Diganti

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 21:47 WIB
Ika Puspitasari
Foto: pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Kasat Reskrim Polresta Mojokerto Iptu Hari Siswanto melakukan sidak di dua gudang Bulog Cabang Surabaya Selatan. Sidak ini dilakukan untuk memastikan beras bansos dari Kementerian Sosial dalam kondisi layak konsumsi dan berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Ika menemukan kutu di dalam beras medium PPKM 2021 kemasan 10 kg. Melihat hal ini, ia pun meminta Kepala Seksi Bulog Cabang Surabaya Selatan untuk segera menggantinya sebelum disalurkan ke warga.

"Iya kita temukan (kutu) ini tadi. Ada kondisi yang kurang layak, maka bisa segera dilakukan penarikan jangan sampai didistribusikan dan harus diganti yang lebih layak lagi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan saat ini terdapat 15.007 KK yang menjadi penerima bansos selama PPKM 2021 di Kota Mojokerto. Jumlah tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 3.136 KK, dan Bantuan Sosial Tunai (BST) 11.844 KK.

Adapun seluruh penerima nantinya akan menerima penyaluran beras medium PPKM 2021 dari Kemensos melalui Bulog, transporter, dan Dinsos Kota Mojokerto pada 30 Juli 2021.

Soal penyaluran beras, Ning Ita mengatakan pihaknya akan memastikan dahulu kualitas beras yang disalurkan. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, terdapat pemberitaan kondisi beras bansos yang kurang layak di daerah lain.

"Maka dari itu saya ingin memastikan bahwa beras yang ada di Bulog, yang nantinya akan didistribusikan bagi warga Kota Mojokerto ini benar-benar beras yang layak dan berkualitas. Karena kondisi warga saat ini sudah susah, gak mungkin kita beri yang kurang layak," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Komersil Bulog Cabang Surabaya Selatan Leo Septyianto memastikan pihaknya akan kembali mengecek dan mengganti paket beras yang berkutu.

Ia juga memastikan bahwa paket sembako yang akan didistribusikan akhir Juli 2021 tidak dalam kondisi tidak layak konsumsi.

"Siap, dalam proses di bulog sendiri ada proses pembasmian kutu-kutu. Dan ini juga sedang dilakukan proses itu, seperti di gudang Gunung Gedangan ada tumpukan yang ditutup plastik. Kemudian kita kasih obat hingga kutu-kutunya mati dan menguap," pungkasnya.

(mul/mpr)