Stafsus Jokowi Minta Maaf Oknum TNI AU Injak Kepala Warga Disabilitas

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 20:08 WIB
Jakarta -

Stafsus Presiden Jokowi, Angkie Yudistia, menyesalkan tindakan oknum prajurit TNI AU yang menginjak kepala warga di Merauke, Papua. Angkie menilai sikap dua oknum tersebut berlebihan.

"Ada cara-cara yang lebih bijak dalam merespons aktivitas warga disabilitas. Kami menyayangkan sikap berlebihan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI di sana ketika berusaha melerai pertikaian antarwarga," kata Angkie dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Sebagai sesama disabilitas tunarungu/tuli, Angkie Yudistia berharap aparat mengedepankan sikap persuasif dan humanis. Atas kejadian itu, Angkie meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya seorang tunarungu/tuli, saya memahami betul bagaimana sulitnya berkomunikasi. Saya memahami perasaan teman-teman disabilitas yang lain di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari pemerintah dan sesama disabilitas, saya meminta maaf atas kejadian ini dan berharap ke depannya tidak terulang peristiwa serupa di kemudian hari," ujar Angkie.

Angkie juga mendukung langkah yang telah diambil oleh TNI Angkatan Udara. Selain itu, dia berharap prajurit TNI mampu menjalankan fungsinya secara profesional dengan tetap mengedepankan sikap humanis.

"Kami mendukung setiap upaya penegakan disiplin yang telah dilaksanakan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI," ujar Angkie.

Panglima Copot Danlanud dan Dansatpom

Perihal insiden ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo mencopot Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Johanes Abraham Dimara di Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto. Hadi juga memerintahkan Fadjar mencopot Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud setempat.

"Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya," tegas Hadi kepada detikcom, Rabu (28/7).

Hadi mengungkapkan dirinya murka terhadap sikap dua oknum Satpom AU yang menginjak kepala warga di Merauke, Papua. Hadi menjelaskan Danlanud dan Dansatpom Lanud dicopot lantaran dinilai tak dapat membina anggotanya.

"(Alasan pencopotan Danlanud dan Dansatpom Lanud) karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," ungkap Hadi.

(knv/imk)