Ibu Hamil Meninggal karena Terlambat Diberi Oksigen, Ini Kata RSUD Dompu

Faruk - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 14:15 WIB
Kasi Pemasaran dan Humas RSUD Dompu, Ida Fitriyani (Faruk/detikcom)
Kasi Pemasaran dan Humas RSUD Dompu Ida Fitriyani (Faruk/detikcom)
Dompu -

Seorang ibu hamil 7 bulan meninggal saat dirawat di RSUD Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), karena terlambat diberi bantuan oksigen. RSUD Dompu memberi penjelasan.

Kasi Pemasaran dan Humas RSUD Dompu Ida Fitriyani membenarkan ibu hamil tersebut meninggal karena terlambat mendapat penanganan. Selain itu, lanjutnya, ibu hamil tersebut juga terlambat dirujuk ke RS.

"Memang jelas itu keterlambatan, tapi terlambat penanganan dan rujukan sebenarnya," ungkapnya saat ditemui di RSUD Dompu, Rabu (28/7/2021).

Dia mengatakan pasien ibu hamil tersebut datang ke RSUD Dompu pada Kamis (22/7) sekitar pukul 02.30 Wita. Sebelumnya, korban dirawat di RS Pratama sejak Selasa (20/7).

Selama dua hari di RS Pratama, saturasi okigennya turun sampai 58 persen. Saat di RSUD Dompu, saturasinya kembali turun.

Selain itu, kondisi pasien diperberat oleh keadaannya, yakni penyakit komorbid obesitas dan lain-lain, di tengah dia hamil. Dia mengalami sesak napas berat.

"Makanya dirujuk ke sini, dua hari di Pratama, sehari di sini. Dia datang 02.30 Wita dengan desaturasi 55 persen. Di semua keadaan itu memang sangat sulit untuk kita meng-up lagi oksigennya, apalagi dengan keterbatasan oksigen kita saat ini," tuturnya.

"Kami tidak memungkiri bahwa memang kita oksigennya sangat-sangat terbatas," sambungnya.

Fitriyani menjelaskan kemampuan RSUD Dompu dalam memproduksi oksigen hanya 27 tabung per hari ditambah dengan surplus dari Kota Mataram.

"(Produksi) 27 tabung oksigen per hari kami rata-rata merawat 40-50 pasien. Yang sesak napas terberat, dia bisa butuh oksigen sampai 8 tabung per hari. Kalau gejalanya rata-rata, (butuhnya) dua tabung cukup sehari. Jadi bisa dikalkulasi kekurangan oksigen, tapi memang ada skala prioritas, yang berat dan yang sedang," jelasnya.

Dengan keadaan seperti ini, RSUD Dompu membutuhkan 60-70 tabung oksigen per hari. Akibat kelangkaan ini, RS juga kesulitan merujuk pasien ke Sumbawa dan Mataram karena krisis oksigen. Dan ini sudah berlangsung selama 2 minggu ini karena melonjaknya kasus dan banyaknya pasien.

Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang ibu hamil di Kabupaten Dompu, NTB, meninggal dunia saat dirawat di RSUD. Nyawanya tak terselamatkan setelah mengalami sesak napas dan terlambat diberi bantuan oksigen.

Perempuan yang berasal dari Desa Doro Kobo, Kecamatan Kempo, itu meninggal setelah dirawat dua hari di RSUD Dompu. Kepala Desa Doro Kobo, Muhammad Taufik, membenarkan warganya meninggal karena kekurangan oksigen.

"Karena keterlambatan oksigen diberikan. Oksigen dan ketersediaan obat pereda sesak napas juga tidak ada tersedia di RS. Mereka tidak ada obat dan baru sekarang mau dipesan ke Bali," ujar Taufik saat dihubungi detikcom, Selasa (27/7).

Taufik menjelaskan, awalnya, korban dilarikan ke RS Pratama Manggelewa dengan keluhan sesak napas dan dirawat dua hari. Karena kondisi memburuk, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Dompu.

(jbr/jbr)