2 Karyawan Bank Polisikan Balik Wanita di Makassar Ngaku Digilir di Hotel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 12:27 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Ilustrasi pemerkosaan. (Zaki Alfarabi/detikcom)
MAkassar -

Oknum karyawan bank di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), A dan S melaporkan balik wanita inisial N (22) yang mengaku diperkosa secara bergilir di salah satu hotel di Makassar. Keduanya membantah tuduhan pemerkosaan seperti yang diungkapkan N sebelumnya.

"Betul, sudah saya lapor balik," ucap A kepada detikcom, Rabu (28/7/2021).

A mengatakan telah melaporkan N dan sejumlah rekan-rekannya atas dugaan pencemaran nama baik.

"Saya laporkan pencemaran nama baik," ucap A.

A lalu mengungkap awal mulai pertemuan dirinya dengan N. Menurutnya, perempuan N lebih dulu menghubungi dirinya melalui pesan singkat untuk bertemu pada Selasa (13/7) malam. A dan rekannya yang berinisial S kemudian bertemu dengan perempuan N dan seorang rekan wanitanya yang bekerja di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Makassar.

A mengaku bertemu dengan N di hotel setelah sepakat untuk melakukan hubungan badan dengan kesepakatan pembayaran sejumlah uang kepada N. Selanjutnya A melakukan hubungan badan dengan N di sebuah hotel di Makassar.

"Ada semua bukti chat-nya itu semua. Kita sudah deal, di situ chat-nya dia bertarif," ucap A.

A Mengaku Dirinya Sengaja Diperas

Setelah malam itu, A dan rekannya S mengaku balik ke Pangkep. Namun dia mengaku kaget karena didatangi N dan beberapa pria yang mengaku dari LSM.

"Saat dia temui saya di Pangkep, mereka bilang kebetulan ini cewek keberatan. Tapi saya tidak disampaikan bilang pemerkosaan, tidak pernah," kata A.

Selanjutnya A mengaku menegaskan kepada N dan rekan-rekannya bahwa hubungan badan dilakukan atas kesepakatan bersama.

"Mereka bilang, begini dek, sebenarnya ini korban, (langsung saya sela), saya bilang korban apa, itu bukan korban, saya bayar, maksudnya kan ini memang perempuan memang begitu pekerjaannya," katanya.

"Saya tampilkan bukti chat-nya bahwa dia bilang bertarif, apa lagi?" imbuhnya.

A juga mengaku heran karena korban lebih dulu menemui dirinya di Kabupaten Pangkep. Seharusnya N langsung melaporkan A ke Polda Sulsel jika memang benar-benar merasa sebagai korban.

"Kenapa si korban tidak langsung saja melapor ke polres atau di polsek dekat TKP, sementara ini kejadian tanggal 13. Nah, dia lapor tanggal 26, masuk akal tidak dia baru melapor," ucap A.

Lihat juga video 'Tukang Galon di Sulsel Bunuh Ibu-Anak Berniat Perkosa Korban':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.