Lantik Pejabat SKK Migas, Menteri ESDM Paparkan Target Hulu Migas

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 20:40 WIB
Kementerian ESDM
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik Deputi Perencanaan pada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Benny Lubiantara. Dengan diangkatnya Benny, Arifin berharap jajaran pimpinan SKK Migas dapat diperkuat dengan berbagai terobosan dan langkah strategis.

Pelantikan Benny dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 128.K/KP.05/MEM.S/2021 tanggal 22 Juli 2021.

"Kami ucapkan selamat kepada Benny Lubiantara, atas kepercayaan pimpinan yang diberikan kepada Saudara. Dengan harapan kiranya Saudara dapat memperkuat jajaran Pimpinan SKK Migas dengan melakukan terobosan-terobosan dan langkah-langkah strategis yang dapat meningkatkan kinerja SKK Migas, dengan mengedepankan integritas sesuai sumpah jabatan serta pakta integritas yang telah Saudara ucapkan," kata Arifin dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021).

Arifin juga berpesan agar SKK Migas dapat menjaga tingkat produksi migas nasional. Salah satunya dengan mengawal alih kelola Wilayah Kerja Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

"Untuk menjaga tingkat produksi migas nasional, saya berpesan khusus agar alih kelola Wilayah Kerja Rokan yang akan terjadi tanggal 8 Agustus 2021 dari PT. CPI kepada PT. Pertamina Hulu Rokan agar dikawal dengan baik sehingga proses alih kelola dapat berjalan dengan lancar tanpa mengganggu tingkat produksi minyak di blok ini," ungkap Arifin.

Ia menyebut tahun 2021 merupakan tahun yang sangat menantang bagi sektor migas, khususnya dalam hal mencapai target hulu migas, yakni produksi dan lifting migas.

"Sebagai gambaran, capaian lifting minyak sebesar 666,6 ribu barel minyak per hari, atau 94,6% dari target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu BOPD, sedangkan lifting gas sebesar 5.430 MMSCFD dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD atau tercapai 96,3%," jelas Arifin.

Ia mengulas sektor migas tetap mampu memberikan kontribusi yang cukup baik bagi keuangan negara. Tercatat, selama periode semester I tahun 2021, penerimaan negara di sektor hulu migas mencapai sekitar US$ 6,67 miliar atau setara Rp 96,7 triliun.

"Penerimaan sebesar ini adalah 91,7% dari target yang dicanangkan dalam APBN 2021," urainya.

Tingginya penerimaan negara dari sektor hulu migas, ulas Arifin, didukung kenaikan harga minyak dunia yang juga turut mendongkrak harga minyak mentah Indonesia. Tercatat ICP bulan Juni 2021 mencapai US$ 70,23/barel, sedangkan rata-rata ICP Januari-30 Juni 2021 sebesar US$ 62,42/barel.

(mul/mpr)