Round-Up

Narasi Tak Benar Warga Aniaya Pasien Corona Bikin Geram Gubsu Edy

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 20:06 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Narasi pada video dugaan penganiayaan pasien COVID-19 oleh warga di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara (Sumut), terus diluruskan. Pasalnya, narasi yang beredar tak sesuai dengan fakta.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi juga ikut meluruskan fakta di balik video tersebut. Dia geram terhadap narasi tak benar yang berkembang soal penganiayaan pasien COVID-19.

"Dikatakan ada yang menganiaya rakyat yang sedang sakit COVID, salah besar. Setelah saya cek, saya telepon, tidak demikian. Orang itu yang kena COVID tidak mau diisolasi. Untuk itu, digiring untuk diisolasi," jelas Edy di rumah dinas jabatan Gubsu, Kota Medan, Sumut Selasa (27/7/2021).

Edy menduga penyebar video dengan narasi seolah-olah ada penganiayaan adalah orang yang hendak memberi kesan warga Sumut primitif. Edy meminta semua pihak menjaga situasi agar Sumut tetap kondusif.

"Bukan dianiaya. Inilah yang menjadi nyebar seolah-oleh Sumut ini adalah primitif. Untuk itu, tolong sama-sama kita jaga bingkainya adalah Sumut. Sumut adalah milik kita, punya kita, yang sama-sama kita sayangi," jelas Edy.

Dalam video terlihat ada sejumlah orang berdiri dan berkerumun di lokasi. Ada sebagian dari mereka memegang benda seperti kayu, ada juga yang memegang tali.

Tampak juga seorang pria seperti diseret menggunakan tali. Dari arah belakang pria itu, ada beberapa orang menempelkan kayu di tubuh si pria tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (22/7). Pria yang dimaksud sebagai pasien COVID-19 di video itu adalah Salamat Sianipar (45).

Narasi Salamat Dianiaya Karena COVID Berawal dari Cerita Keponakan

Salah satu keluarga korban, Joshua Lubis, menceritakan soal peristiwa itu. Dia menyebut kejadian itu berawal setelah Salamat terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kalau kurun waktu kejadiannya sudah terkena COVID-nya saya kurang tahu. Yang saya tahu, jadi sudah tes. Terus sudah dites, hasilnya keluar positif. Terus tanteku (istrinya) ini negatif dan kedua anaknya negatif. Terus isolasi mandiri mereka di rumah. Omku ini beda kamar sama istri dan anaknya, disuruh dokter karena gejalanya masih ringan," sebut Joshua saat dimintai konfirmasi, Sabtu (24/7).

Joshua menyebutkan, setelah Salamat di rumah, ada oknum masyarakat tidak senang dan ketakutan setelah dia terkena COVID-19. Lalu, dia ditarik paksa dari rumah dan diasingkan ke suatu tempat.

"Terus, setelah pulang dari klinik, pas di rumah, sorenya ada masyarakat tidak senang kalau omku ini terkena COVID. Jadi ditarik paksalah dari rumah omku ini oleh masyarakat untuk tidak di rumah," sebut Joshua.

Joshua menuturkan Salamat diasingkan ke suatu tempat. Keesokan harinya, Salamat pun pulang ke rumahnya. Masyarakat yang melihat tidak terima hingga terjadi seperti yang ada di video viral.

Simak pengakuan istri soal Salamat tak percaya COVID dan hendak tularkan ke warga di halaman selanjutnya.