Oknum TNI Diduga Terlibat Penembakan Pemred di Sumut Jadi Tersangka!

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 19:11 WIB
Konferensi Pers di Kodam I/BB (Ahmad Arfah-detikcom)
Konferensi Pers di Kodam I/BB (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Pangdam I/BB, Mayjen Hasanuddin, mengatakan Praka AS telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penembakan pemimpin redaksi (Pemred) media lokal di Sumut Mara Salem Harahap atau Marsal. AS terancam 15 tahun penjara.

"Tersangka dalam hal ini, sesuai informasi yang dikirim penyidik Polda, yaitu Praka AS (30), anggota satuan dari Siantar," kata Hasanuddin di Pomdam I/BB, Medan, Selasa (27/7/2021).

"Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 355 ayat 1 dan 2 KUHPidana tentang penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu. Diancam pidana 12 tahun. Manakala perbuatan itu menyebabkan kematian, ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," tambahnya.

Hasanuddin juga mengungkap alasan AS dikenai pasal tentang penganiayaan berencana. Dia mengatakan AS awalnya menembak Marsal di bagian paha, bukan untuk membunuh.

"Penyidik melihat sikap batin dan niatan untuk memberikan pelajaran dan bukan untuk membunuh. Arah sasaran itu adalah paha, karena mengenai aorta sehingga pendarahan tidak berhenti," ucap Hasanuddin.

Hasanuddin kemudian menjelaskan AS diamankan Pomdam setelah sempat meninggalkan satuan di Kota Pematangsiantar. AS meninggalkan satuan karena mendapatkan informasi tersangka utama dalam kasus ini menyebut namanya terlibat.

"Tim investigasi Pomdam bergerak, setelah di cek AS tidak di tempat. Sehingga pada hari Jumat (25/6) tersangka AS ditemukan dan ditangkap di sebuah tempat kos di Kota Tebing Tinggi," kata Hasanuddin.

Hasanuddin mengatakan pihaknya menyerahkan hukuman terhadap AS kepada Pengadilan Militer. AS akan diserahkan untuk mengikuti proses sidang.

"Menunggu keputusan sidang, kita ikuti bersama," jelasnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan dua tersangka di kasus penembakan Marsal ini. Kedua tersangka adalah Y (31) dan S (57).

"Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, kita sudah memeriksa sebanyak kurang lebih 57 orang saksi baik di TKP maupun di sekitar tempat kerja dan tempat-tempat yang kita duga bagian dari keterlibatan tindak pidana tersebut," kata Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra di Mapolres Pematangsiantar, Kamis (24/6).

"Kita sudah melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan menelusuri semua kegiatan dari korban di saat saat hari terakhir dan jam terakhir, serta alat bukti yang kita temukan berupa CCTV, dan alat bukti lainnya. Kita berhasil bersama tim kita berhasil mengungkap dan menangkap dua orang tersangka," imbuhnya.

Panca mengatakan kedua tersangka adalah pemilik dan pegawai di Ferrari Bar dan Resto Pematangsiantar. "Peran masing-masing tersangka, orang yang melakukan dan menyuruh melakukan," ucapnya.

Akibat perbuatan ini, kedua tersangka dikenai pasal tentang pembunuhan berencana. Hukuman maksimal bisa dikenakan kepada pelaku penembak pemred tersebut

"Hukuman mati dan seumur hidup," kata Panca.

Panca mengatakan motif pembunuhan itu karena tersangka Y merasa kesal terhadap Marsal yang terus memberitakan maraknya peredaran narkoba di tempat hiburan malam miliknya. Meski sudah diberi uang, Marsal tetap memberitakan.

"Namun korban juga meminta jatah Rp 12 juta per bulan, dengan permintaan tiap hari 2 butir (narkoba). Sehingga karena pemberitaan oleh korban dan permintaan yang dilakukan oleh korban kepada Saudara S menimbulkan sakit hati," kata Panca.

Lihat juga video 'Kronologi Penembakan Pelajar di Taman Sari: Berawal dari Perayaan Ultah':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)