Kades di Tangerang Ngadu ke Satgas, Warganya Kena Hoax 'Vaksin Mematikan'

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 16:49 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Kepala Desa Babakan Asem, Kabupaten Tangerang, Banten, Surta Wijaya mengungkap beberapa warganya termakan isu vaksin COVID-19 bisa mematikan setelah 4 tahun kemudian. Satgas COVID-19 menyebut persoalan itu bisa diselesaikan dengan memberikan pengertian secara lebih persuasif.

Awalnya Surta Wijaya mengajukan pertanyaan terkait penanganan COVID-19 di desa. Dia bertanya bagaimana caranya menyelesaikan persoalan vaksinasi ketika warganya termakan isu vaksin COVID-19 mematikan.

"Masih ada orang ketakutan divaksinasi karena ada isu itu akan 4 tahun ke depan akan mati kalau divaksin. Saya orangnya tegas. Kalau tidak mau divaksin, kata saya, semua aparat desa akan saya pecat, Pak. Ini ada sampai yang ngundurin diri ogah divaksinasi, karena ada isu berkembang yang divaksin akan mati 4 tahun ke depan. Mohon penjelasan atas pertanyaan saya," tanya Surta seperti disiarkan YouTube BNPB, Selasa (27/7/2021).

Pertanyaan itu lantas dijawab oleh juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito. Wiku menyebut warga termakan isu tersebut lantaran belum memahami secara lengkap terkait vaksinasi.

"Takut nanti kalau 4 tahun kemudian mati karena divaksin. Jadi menurut kami, dalam menghadapi itu, jangan terlalu keras. Artinya begini, masyarakat kalau sampai punya pemahaman begitu, karena mereka memang belum paham secara lengkap dengan vaksin," jawab Wiku.

Lebih lanjut Wiku menyarankan agar pemerintah desa memberikan pengertian secara lebih persuasif. Dia lantas mengingatkan Surta bahwa ada perangkat desa lainnya seperti tenaga kesehatan hingga aparat yang bisa membantu memberikan pengertian.

"Karena itu tugasnya Bapak sebagai pimpinan daerah memberi pengertian kepada mereka apa itu vaksin dan seterusnya. Dan kuncinya, kalau Bapak berhasil, pasti mereka mau vaksinasi. Karena pada prinsipnya vaksinasi untuk melindungi mereka. Pendekatan persuasif perlu," jelasnya.

"Bapak nggak usah sendirian, Bapak ada tenaga kesehatan lain, ada Babinsa, ada Bhabinkamtibmas, untuk beri pengertian. Semakin masyarakat paham tentang vaksinasi, tentu mereka akan berbondong-bondong. Dan ketika mereka berbondong-bondong, pastikan vaksinnya ada," lanjut Wiku.

Wiku lantas mengingatkan vaksinasi salah satu tameng untuk mencegah terpapar Corona. Namun menjaga 3M juga hal yang utama untuk dilakukan oleh masyarakat.

"Ingat pesan saya terakhir, vaksin itu salah satu tameng. Tameng pertama itu 3M, jangan sampai ngejar-ngejar vaksin, terus lupa pakai masker, lupa mencuci tangan dan menjaga jarak. Pastikan itu karena, kalau tidak jalankan 3M, malah bisa tertular," ujar Wiku.

Simak juga 'Ada Hoaks Terkait Covid-19, Kepala BIN: Penyakit Ini Nyata!':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/fjp)