Agen Tiket Pesawat yang Jual Surat Swab PCR Palsu Raup Untung Rp 11 Juta

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 15:45 WIB
Polda Metro Jaya tangkap pelaku pemalsuan swab PCR, Selasa (27/7/2021).
Polda Metro Jaya tangkap pelaku pemalsuan swab PCR (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap seorang pria berinisial FN, agen penjual tiket pesawat yang menjual hasil swab PCR palsu. Sejak Juni 2021, FM sudah meraup keuntungan dari menjual swab PCR palsu itu senilai belasan juta rupiah.

"Keuntungan yang diraup hampir Rp 11 juta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Yusri mengatakan tersangka telah melancarkan aksinya sejak PPKM darurat diterapkan, yakni satu bulan lalu. Pelaku, kata Yusri, telah menjual hasil tes PCR palsu sebanyak lebih dari 20 surat.

"Pengakuan sejak Juni (2021) dia bermain ini, sudah lebih dari 20 (surat), kami dalami apakah lebih dari ini," ujarnya.

FN sendiri memesan surat swab PCR palsu dari seseorang yang masih diburu. Pelaku menjual hasil swab PCR palsu sebesar Rp 700 ribu.

"Pelaku menjual tiket dan hasil PCR palsu seharga Rp 700 ribu. Dia sanggup menyiapkan PCR tanpa melalui tes, nanti akan keluar. Dengan biaya tambahan PCR palsu seharga Rp 700 ribu. Jadi tiket pesawat plus PCR palsu," ucapnya.

"Dia memesan Rp 300-400 ribu kemudian ada keuntungan juga Rp 300-400 yang dia terima untuk PCR. Kemudian," sambungnya.

Jual Tiket di Medsos

Yusri menyampaikan FN setiap harinya menjual tiket pesawat secara daring. FN mempromosikan tiket pesawat dan hasil swab palsu di akun media sosialnya.

"Tersangkanya FN kerja setiap hari adalah dia sering melalui medsos menjual tiket pesawat selama ini. Tapi dengan ada aturan PPKM darurat dan level 4 sejak Juni lalu, FN ini menawarkan tiket pesawat plus PCR tanpa melalui tes," terangnya.

Lebih lanjut Yusri mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Dia meminta masyarakat yang masih menjual hasil PCR palsu segera berhenti demi keselamatan satu sama lain.

"Untuk masyarakat yang mengambil cara cepat seperti ini berhenti. Kita harus bersinergi bersama memerangi COVID. Kalau merasa reaktif nggak usah memaksakan diri mencari barang palsu seperti ini, kasihan yang lain bisa terpapar. Jakarta sudah mulai agak landai, mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan, kurangi mobilitas, taat prokes 5M dan vaksinasi, di Jakarta udah 85 persen vaksinasi. Insyaallah dengan vaksinasi kita bisa menekan COVID-19," imbuhnya.

Akibat perbuatannya itu, FN dijerat dengan Pasal 35 dan 51 UU ITE No 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU No 11 Tahun 2008 serta Pasal 263 KUHP.

(mea/mea)