Nasib 2 Pelaku Penipuan Rekrutmen Satpol PP DKI Ditentukan Usai 24 Jam

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 15:08 WIB
Jakarta -

Dua pelaku penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan instansi Satpol PP DKI Jakarta masih diperiksa secara intensif pihak kepolisian. Status keduanya akan ditentukan setelah 1x24 jam pemeriksaan.

"Yang bersangkutan masih kita lakukan pemeriksaan, nanti kita tunggu hasilnya karena kan 24 jam hasilnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Yusri mengatakan pihaknya saat ini masih memeriksa keduanya untuk selanjutnya menetapkan apakah keduanya cukup unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

"Apakah yang bersangkutan bisa ditetapkan sebagai tersangka untuk kita lakukan penahanan nanti kita tunggu besok," katanya.

Sementara Yusri belum mau bicara banyak soal penipuan yang dilakukan kedua pelaku. Polisi menerima pelimpahan keduanya dari Satpol PP DKI Jakarta.

"Satpol PP kemarin memang ada penyerahan dari Satpol PP Provinsi, Kepala Satpol PP Pak Arifin, menyerahkan ada dua orang LP-nya baru tadi jadi," ujarnya.

Dalami Modus

Polisi saat ini masih mendalami jumlah korban dan modus yang dilakukan oleh kedua pelaku. Polda Metro Jaya akan menyampaikan keterangan pers terkait kasus penipuan ini pada Rabu (28/7) besok.

"Yang bersangkutan ada unsur penipuan yang dia lakukan menurut keterangan pelapor dari satpol PP. Kita tunggu sekarang masih diperiksa modusnya apa, berapa korban yang dia sudah tipu nanti kita tunggu. Besok saya akan sampaikan," imbuhnya.

Sebelumnya, Satpol PP mengungkap penipuan dengan mengatasnamakan 'rekrutmen' anggota Satpol PP DKI. Ada dua terduga pelaku berinisial YF dan BA yang telah menipu sembilan orang dengan mempekerjakan mereka layaknya anggota resmi Satpol PP.

"Pada Senin, 26 Juli 2021, telah dilakukan pengungkapan kasus dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen perekrutan tenaga kontrak/PJLP Satpol PP DKI Jakarta yang dilakukan oleh terduga Saudara YF dan Saudari BA," tulis akun Instagram resmi satpolpp.dki, Senin (26/7).

Satpol PP menjelaskan, para korban ternyata diminta menyetor uang Rp 5-25 juta agar bisa masuk menjadi anggota resmi Satpol PP. Setelah itu, para korban mulai bekerja layaknya anggota resmi Satpol PP sejak akhir Mei lalu.

Aksi penipuan ini ternyata tak berhenti sampai di sini. Satpol PP DKI bahkan mengendus adanya sejumlah nama lain di perekrutan ilegal ini seperti Dinas Ciptakarya dan Dinas Perhubungan, yang akan dipekerjakan pada Januari 2022.

(mea/mea)