Geger Iklan Ramen Kecuali Presiden, NasDem: Hindari Promo Nyeleneh

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 14:10 WIB
Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa
Foto: Saan Mustopa (dok. detikcom)
Jakarta -

Partai NasDem turut mengomentari baliho promo 'buy 1 get 1 kecuali Presiden' di Garut, Jawa Barat (Jabar), yang viral di media sosial (medsos). NasDem menyarankan agar menghindari promo-promo yang 'nyeleneh'.

"Kalau promosi, mungkin niat dari yang punya mie, itu kan bagian dari strategi untuk menarik pembeli. Kan dia harus kreatif, inovatif, apalagi dalam suasana seperti hari ini," kata Ketua DPW NasDem Saan Mustopa kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Saan menuturkan promosi-promosi terkadang menimbulkan persepsi yang berbeda-beda di masyarakat. Terkait promo buy 1 get 1 kecuali Jokowi ini, Saan menilai bisa saja diinterpretasikan sebagai bentuk ketidaksukaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tapi kan memang, ketika strategi promosi itu kadang orang menginterpretasikannya lain. Interpretasinya itu dianggap, dipahaminya itu kan, kecuali presiden, dianggap ada unsur lain, mungkin ada unsur politisnya, mungkin ada unsur ketidaksukaan terhadap presiden," tutur Saan.

"Menurut saya, kita dalam suasana seperti ini lebih baik menghindari hal-hal nyeleneh, yang mengarah ketidaksukaan, diinterpretasikan ketidaksukaan, diinterpretasikan politik, aneh-aneh, dan nanti dianggap ada unsur provokasinya. Menurut saya harus dihindari," imbuhnya.

Namun Saan tak memungkiri strategi promo buy 1 get 1 kecuali Presiden itu bagus. Bukan tak mungkin, sebut dia, menarik perhatian Presiden Jokowi untuk datang ke warung ramen tersebut.

"Kalau dari strategi komunikasi mereka bagus, itu hal yang luar biasa. Tapi punya efek lain. Karena secara umum, apakah mungkin Presiden datang ke situ. Atau jangan-jangan setelah promosi itu menarik perhatian Presiden dan Presiden ingin datang ke situ, bisa saja," sebut pimpinan Komisi II DPR RI itu.

Seperti diketahui, sebuah warung mie ramen di Kabupaten Garut menyediakan promo buy 1 get 1 kecuali presiden. Baliho promo itu menjadi perbincangan setelah viral di medsos.

Pemilik warung, Rizka Rahman membenarkan pemasangan baliho itu dilakukan oleh pihaknya. Rizka memastikan tidak ada unsur provokasi.

"Kalau pun konteksnya kecuali presiden, sebetulnya tidak ada konteks memprovokasi ke pemerintah. Kalau saya sih orangnya kooperatif, mendukung kebijakan pemerintah," ungkap.

"Jadi sebetulnya konteks sebenarnya itu kenapa kecuali presiden, karena kalau presiden datang ke tempat ini, ya masak kita kasih buy one get one, ya pasti kita kasih gratis. Masak presiden disuruh beli," ucap Rizka menambahkan.

(zak/tor)