Kapolda Metro Apresiasi Warga Jakarta Tak Terhasut Hoax Ajakan Demo

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 13:54 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat jumpa pers penangkapan terduga teroris di Jakarta dan Bekasi, Senin (29/3/2021)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengapresiasi warga Jakarta yang tidak termakan isu hoax ajakan demo 'Jokowi End Game'. Fadil menilai masyarakat sudah semakin cerdas dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.

Hal itu diungkapkan Fadil Imran saat menyerahkan ratusan tabung oksigen hasil penyitaan kejahatan yang diungkap Polres Jakarta Pusat, ke Pemprov DKI Jakarta di Monas, tad pagi.

Awalnya, Fadil menyampaikan situasi cuaca di Jakarta pagi ini cerah karena paparan sinar matahari. Dia berharap paparan sinar matahari ini dapat membuka gairah warga Jakarta yang terpapar COVID-19 untuk cepat sembuh.

"Situasi Jakarta pagi ini cukup cerah, sinar matahari menyengati tubuh kita, mudah-mudahan dengan sinar alamiah ini dan rahmat Allah SWT Tuhan Yang Maha kuasa, Jakarta akan semakin bergairah, bergairah untuk warga yang terpapar, untuk segera sembuh. Gairah bagi teman nakes yang telah mengorbankan jiwa waktu dan tenagannya," kata Fadil di Monas, Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Fadil berharap Jakarta semakin menjadi provinsi yang sehat dan aman. Dia lalu mengapresiasi warga Jakarta karena telah mematuhi imbauan untuk tidak terprovokasi ikut dalam aksi demo yang disebutnya hoax.

"Mudah-mudahan Jakarta semakin sehat, semakin aman. Di tengah terpaan isu yang tidak jelas itu, Pak Gubernur, saya sebagai Kapolda sangat mengapresiasi bahwa masyarakat Jakarta mendengarkan imbauan kita untuk tidak terprovokasi oleh hoax yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Lebih lanjut Fadil mengatakan demo di tengah pandemi COVID-19 berpotensi menimbulkan kerumunan dan risiko penularan COVID-19. Dia mengatakan masyarakat sudah membentuk rasa empati dan soliditas sesama warga Jakarta.

"Masyarakat sekarang sudah pintar, demo atau unjuk rasa di tengah pandemi, ini adalah suatu tindakan yang tidak populer. Masyarakat Jakarta saya melihat sudah menemukan bentuk empati dan soliditas sosial. Mudah-mudahan akan terus terbangun dan Jakarta akan semakin bergairah," imbuhnya.

Seperti diketahui, seruan demo 'Jokowi End Game' beredar di media sosial. Demo yang diserukan terjadi pada 24 Juli itu nyatanya tidak terbukti.

Simak juga 'Mahfud: Demo 'Jokowi End Game' Tidak Ada, Provokatornya Kita Temui':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)