Warkop Pasutri Korban Satpol PP Disebut Tutup Makam Pejuang di Tugu Pahlawan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 11:18 WIB
Pj Sekda Gowa Kamsina saat mengecek warkop sebelum insiden pemukulan Satpol PP Gowa (dok. Humas Gowa).
Pj Sekda Gowa Kamsina saat mengecek warkop Ivan dan Amriana sebelum insiden pemukulan Satpol PP Gowa. (Dok. Humas Gowa).
Gowa -

Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menemukan warung kopi (warkop) milik pasangan suami-istri (pasutri) korban pemukulan anggota Satpol PP, Ivan (24) dan Amriana (34), berdiri di atas lahan fasilitas sosial (fasos) tugu pahlawan. Tak hanya itu, Pemkab Gowa juga menerima laporan warga jika ada makam pahlawan yang ikut tertutup oleh keberadaan warkop itu.

"Menurut informasi tokoh masyarakat setempat, itu ada pekuburan tertimbun. Makam pahlawan," ujar Kepala Bidang Komunikasi Kabupaten Gowa Arifuddin Zaeni kepada detikcom, Selasa (27/7/2021).

Informasi soal warkop milik Ivan dan Amriana menyerobot lahan tugu pahlawan dan menutup makam pahlawan diterima Pemkab Gowa dari laporan tokoh masyarakat setempat. Bahkan, secara resmi, beberapa tokoh masyarakat setempat telah mengirim surat laporan ke Bupati Gowa.

"Beberapa tokoh masyarakat mengirim surat ke Pak Bupati untuk laporan terkait dengan penggunaan fasos itu dan ada beberapa kuburan yang hilang. Dipakai untuk warkop itu, sepertinya begitu kalau penjelasan tokoh masyarakat di situ," ungkap Arifuddin.

Laporan tokoh masyarakat soal warkop pasutri Ivan dan Amriana tutup makam pahlawan.Laporan tokoh masyarakat soal warkop pasutri Ivan dan Amriana menutup makam pahlawan. (Dok. Istimewa)

Warkop milik pasutri korban Satpol PP Gowa itu bernama 'Cafe Ivan Riyana' dan terletak di Jalan Poros Barombong, Kelurahan Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Di warkop ini pula, pada Rabu (14/7) lalu tim gabungan datang melakukan razia PPKM hingga terjadi pemukulan yang dilakukan Satpol PP Mardani Hamdan terhadap Ivan dan Amriana.

Sementara itu, Pemkab Gowa yang menerima laporan tokoh masyarakat terkait makam pahlawan ditutup bangunan warkop masih mempelajari laporan dan berkoordinasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Gowa.

"Perlu dikoordinasikan dengan PTSP, belum dirapatkan karena perlu dipelajari itu semua," imbuhnya.

Arifuddin juga mengaku belum mengetahui siapa pihak terkait pemilik fasos tugu pahlawan yang diserobot oleh warkop Ivan dan Amriana, apakah milik Pemkab atau milik Pemprov. Namun dia menyebut fasos tugu pahlawan itu merupakan domain dari veteran.

"Sebenarnya domainnya veteran itu tapi nanti kami cek ulang lagi soal itu (pemiliknya). Baru juga kemarin masuk laporannya, masyarakat di sana mulai sadar bahwa ada yang tidak beres. Kalau tidak ada izin biasanya kita tertibkan, tapi perlu dilihat juga aturannya apa semua," imbuhnya.

Jawaban Ivan Pemilik Warkop

Ivan mengaku tidak tahu banyak soal laporan tokoh masyarakat yang menyebut warkopnya menutup makam pahlawan. Dikatakannya, warkop itu berdiri berdampingan dengan rumah orang tua istrinya yang sudah dibangun sejak lama.

"Kalau itu (warkop tutup makam) saya kurang tahu Pak, karena saya juga baru sama istriku (baru menikah tahun lalu)," kata Ivan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat Video: Jokowi Soroti Satpol PP Gowa Pukul Pasutri: Memanaskan Suasana

[Gambas:Video 20detik]