Walkot Cilegon Kantongi Identitas Pemalak Pemakaman COVID, Akan Diklarifikasi

M Iqbal - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 09:46 WIB
Wali Kota Cilegon Helldy Agustuan.
Wali Kota Cilegon Helldy Agustuan (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Wali Kota (Walkot) Cilegon Helldy Agustian memanggil camat hingga lurah perihal keluhan warga yang diminta membayar biaya pemakaman jenazah COVID-19 Rp 4 juta. Helldy mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas oknum yang melakukan pemalakan itu.

Awalnya, kata Helldy, tempat permakaman Balung tidak melayani pemakaman dengan protokol COVID-19. Namun pengurus permakaman akhirnya membolehkan warga yang meninggal karena COVID-19 dimakamkan di Makam Balung.

"Memang yang namanya di makam Balung itu di awal tidak boleh dimakamkan orang-orang yang meninggal karena COVID. Tetapi sekarang ini dibolehkan. Jadi poin pertama adalah bahwa, menurut informasi dari Lurah Ciwedus, ada orang menurut pengakuan RT itu yang menerima (Rp 4 juta) sesuatu itu namanya H," kata Helldy di Cilegon, Selasa (27/7/2021).

Meski sudah mendapatkan nama oknum, pihaknya masih menelusuri detail perkara tersebut hingga menemui titik terang dan siapa saja yang terlibat.

"Tapi kita belum mengecek apakah itu dari yayasan (pengurus permakaman) mana. Katanya beliau ini penunggu yang ada di makam Balung. Kita coba telusuri lebih dalam lagi nih situasi kondisi seperti ini," tuturnya.

Biaya Rp 4 juta tersebut juga akan ditelusuri apakah masuk kantong pribadi atau yayasan. Menueut Helldy, di tengah situasi pandemi ini, tidak boleh ada pungutan yang membebankan masyarakat.

"Kita telusuri nih uangnya masuk ke mana? Apakah masuk ke yayasan atau masuk pribadi atau seperti apa? Kita harus klarifikasi, situasi COVID begini kan nggak etis dan nggak elok," ujarnya.

Helldy mengatakan biaya pemakaman di Makam Balung hanya bagi penggali kubur dihitung per kepala. Kesepakatan warga sekitar permakaman satu orang penggali kubur dibayar Rp 100-200 ribu.

"Tapi menurut Pak Lurah yang sudah-sudah di situ itu hanya mengganti uang untuk gali saja seikhlasnya. Artinya, seikhlasnya itu mungkin ada 8 orang, satu orang Rp 100-200 mungkin ya seperti itu, tapi tidak ada tarif untuk Rp 4 juta ini," kata dia.

(bal/lir)