Round-Up

Pembelaan Demokrat ke Annisa Pohan Sebab Dikritik soal Kutip Al-Qur'an

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 06:24 WIB
Annisa Pohan dan Agus Yudhoyono
Annisa Pohan bersama AHY (Foto: Instagram @annisayudhoyono)
Jakarta -

Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan ramai diperbincangkan netizen di media sosial. Hal itu karena Annisa Pohan yang dinilai salah kutip ayat Al-Quran ketika mengunggah tulisan di Twitter.

Dilihaht detikcom, Minggu (25/7) Twitter Annisa Pohan ramai dengan kritikan karena unggahan berisi kutipan salah satu ayat Al Quran. Dalam kicauan itu, Annisa Pohan menulis potongan ayat dari Surat Al Baqarah. Tulisan itu berisi kekejaman atas fitnah.

"'Dan fitnah lebih sadis daripada pembunuhan.' (QS. Al-Baqarah [2]: 291)," tulis Annisa Pohan yang kini ditulis menjadi ayat 217 olehnya.

Kicauan itu langsung mendapat kritikan. Seperti diketahui, Surat Al Baqarah hanya berjumlah 286 ayat.

"Mbak annisa, jumlah ayat pada surat Al Baqarah itu cuma 286 ayat mbak. Gak nyampe 291," tulis salah seorang warganet.

"Ceritanya mau jadi ustadzah tapi salah kutip jumlah ayat surat Al Baqarah hmmm belajar yg bener dulu neng entar malah jadi pitnah buat sendiri," timpal warganet yang lainnya.

Di unggahan itu, ada juga netizen yang menyindir mengenai fitnah yang dimaksudkan dalam ayat tersebut tidak seperti arti fitnah dalam pengertian bahasa Indonesia.

"Makna fitnah dalam ayat tersebut lebih dekat dengan kemusyrikan atau kekufuran, bukan fitnah dalam pengertian bahasa Indonesia. Bisa baca buku Quraish Shihab, Islam yang disalahpahami. Nuwun," tulis salah satu netizen.

Annisa Pohan langsung membalasnya. Ia menyebut fitnah yang dimaksud adalah syirik.

"Yang dimaksud dengan fitnah dalam ayat ini adalah syirik. Dan membuat orang terjerumus dalam kesyirikan lebih dahsyat dosanya dari membunuhnya," balas Annisa Pohan.

PD Nilai Salah Kutip di Media Sosial Hal Wajar

Partai Demokrat pun membela Annisa Pohan. Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP PD, Herman Khaeron menganggap itu adalah kesalahan ketik atau typo, dan itu dinilai wajar.

"Saya kira terjadinya penulisan typo di dunia medsos sudah biasa, tinggal diluruskan saja selesai," kata Herman, kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

"Pesannya kan jelas terkait dengan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, dan maksud Mbak Annisa memang menulis 191 kemudian typo menjadi 291. Diluruskan saja, manusia kan bukan makhluk sempurna," lanjut Herman.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Tonton juga Video: Annisa Pohan Positif Covid-19, Begini Kondisinya

[Gambas:Video 20detik]